Pembesaran Prostat Jinak, Masalah Kesehatan Pria yang Sering Terabaikan
BPH kerap menurunkan kualitas hidup secara signifikan jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Titis Jati Permata
Gejala tersebut meliputi aliran urin yang melemah, kebutuhan untuk mengejan saat buang air kecil, yang sering lebih terasa pada pagi hari, waktu yang lebih lama untuk memulai dan menyelesaikan buang air kecil, serta meningkatnya frekuensi berkemih.
Gejala ini juga kerap memburuk setelah konsumsi kafein seperti kopi atau teh.
Diagnosis Dini untuk Cegah Komplikasi Serius
Diagnosis dini memegang peranan krusial dalam mencegah komplikasi jangka panjang akibat BPH.
Edwin menjelaskan bahwa pembesaran prostat dapat menyebabkan penyumbatan signifikan pada saluran keluarnya urine dari kandung kemih.
“Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang, kandung kemih dapat melemah dan tidak lagi bekerja secara optimal, sehingga menimbulkan gejala yang jauh lebih mengganggu,” terangnya.
Dalam kondisi paling berat, kandung kemih bahkan dapat mengalami kerusakan permanen dan kehilangan fungsinya.
Komplikasi lain yang dapat muncul meliputi pembentukan batu kandung kemih, adanya darah dalam urin, infeksi saluran kemih berulang, hingga gangguan fungsi ginjal atau gagal ginjal.
“Pada tahap lanjut, hasil operasi umumnya tidak sebaik jika tindakan dilakukan lebih awal. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat waktu menjadi sangat penting,” tegas dr Edwin.
Pusat Rujukan Regional Penanganan BPH
Singapore General Hospital dikenal sebagai salah satu pusat rujukan regional terkemuka di Asia Tenggara dalam penanganan pembesaran prostat jinak.
Keunggulan SGH terletak pada pendekatan menyeluruh yang mencakup seluruh tahapan perawatan.
“SGH menyediakan pendekatan diagnosis dan penanganan BPH di semua tahap kondisi, mulai dari evaluasi awal, pengobatan, hingga pemantauan pasca tindakan,” beber dr Edwin.
Selain layanan klinis, SGH juga menyediakan Patient Liaison Service (PLS), sebuah tim khusus yang membantu pasien dalam pengaturan janji temu, pengurusan biaya, hingga dukungan logistik lainnya.
Layanan ini dirancang untuk memastikan proses perawatan berjalan lancar, terkoordinasi, dan nyaman, khususnya bagi pasien internasional.
Pendekatan Personal Tangani Pasien BPH
Pendekatan personal menjadi salah satu prinsip utama SGH dalam menangani BPH. Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua pasien.
“Di SGH, rencana perawatan disesuaikan secara individual berdasarkan ukuran prostat, tingkat keparahan gejala, riwayat kesehatan, serta kebutuhan gaya hidup masing-masing pasien,” jelas dr Edwin.
| MUI di Gresik Adakan Pelatihan Juleha dan Pengelolaan Daging Qurban Sehat dan Halal |
|
|---|
| Kritik Pedas Presiden BEM Ubhara Soal Nasib Prodi: Kampus Bukan Sekadar Budak Industri |
|
|---|
| Waspada Ledakan Emisi Metana di Surabaya, Eri Irawan: Segera Pilah Sampah dari Rumah |
|
|---|
| Sosok Guspi Waker, Pimpinan OPM yang Diduga Tembak Bocah Perempuan hingga Tewas di Tembagapura |
|
|---|
| Aktivis Mahasiswa Rumah Kebangsaan Jatim Minta Pemerintah Perbaiki Kurikulum, Bukan Main Hapus Prodi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PEMBERSIHAN-PROSTAT-dr-Edwin-Jonathan-Aslim.jpg)