Senin, 11 Mei 2026

Pembesaran Prostat Jinak, Masalah Kesehatan Pria yang Sering Terabaikan

BPH kerap menurunkan kualitas hidup secara signifikan jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini.

Tayang:
istimewa
PEMBERSIHAN PROSTAT - dr Edwin Jonathan Aslim, Consultant Urologist di Singapore General Hospital (SGH), saat memberikan konsultasi kepada pasien dengan keluhan pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), Senin (9/2/2026). Meski bukan kanker dan tidak mengancam jiwa secara langsung, BPH kerap menurunkan kualitas hidup secara signifikan jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini. 

Gejala tersebut meliputi aliran urin yang melemah, kebutuhan untuk mengejan saat buang air kecil, yang sering lebih terasa pada pagi hari, waktu yang lebih lama untuk memulai dan menyelesaikan buang air kecil, serta meningkatnya frekuensi berkemih.

Gejala ini juga kerap memburuk setelah konsumsi kafein seperti kopi atau teh.

Diagnosis Dini untuk Cegah Komplikasi Serius

Diagnosis dini memegang peranan krusial dalam mencegah komplikasi jangka panjang akibat BPH.

Edwin menjelaskan bahwa pembesaran prostat dapat menyebabkan penyumbatan signifikan pada saluran keluarnya urine dari kandung kemih.

“Jika kondisi ini dibiarkan dalam jangka panjang, kandung kemih dapat melemah dan tidak lagi bekerja secara optimal, sehingga menimbulkan gejala yang jauh lebih mengganggu,” terangnya.

Dalam kondisi paling berat, kandung kemih bahkan dapat mengalami kerusakan permanen dan kehilangan fungsinya.

Komplikasi lain yang dapat muncul meliputi pembentukan batu kandung kemih, adanya darah dalam urin, infeksi saluran kemih berulang, hingga gangguan fungsi ginjal atau gagal ginjal.

“Pada tahap lanjut, hasil operasi umumnya tidak sebaik jika tindakan dilakukan lebih awal. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat waktu menjadi sangat penting,” tegas dr Edwin.

Pusat Rujukan Regional Penanganan BPH

Singapore General Hospital dikenal sebagai salah satu pusat rujukan regional terkemuka di Asia Tenggara dalam penanganan pembesaran prostat jinak.

Keunggulan SGH terletak pada pendekatan menyeluruh yang mencakup seluruh tahapan perawatan.

“SGH menyediakan pendekatan diagnosis dan penanganan BPH di semua tahap kondisi, mulai dari evaluasi awal, pengobatan, hingga pemantauan pasca tindakan,” beber dr Edwin.

Selain layanan klinis, SGH juga menyediakan Patient Liaison Service (PLS), sebuah tim khusus yang membantu pasien dalam pengaturan janji temu, pengurusan biaya, hingga dukungan logistik lainnya.

Layanan ini dirancang untuk memastikan proses perawatan berjalan lancar, terkoordinasi, dan nyaman, khususnya bagi pasien internasional.


Pendekatan Personal Tangani Pasien BPH

Pendekatan personal menjadi salah satu prinsip utama SGH dalam menangani BPH. Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua pasien.

“Di SGH, rencana perawatan disesuaikan secara individual berdasarkan ukuran prostat, tingkat keparahan gejala, riwayat kesehatan, serta kebutuhan gaya hidup masing-masing pasien,” jelas dr Edwin.

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved