SURYA Kampus
Asah Keilmuan Robotika, Mahasiswi Unair Jalani Magang Riset di NYCU Taiwan
Kesempatan itu datang melalui Taiwan Experience Education Programs (TEEP), program dari Ministry of Education (MoE) Taiwan
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Mahasiswi program studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB), Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair), Zakkiyah Mazaya Salma berhasil diterima magang di Human Centered Robotics and AI (Hucenrotia) Lab, National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU), Taiwan.
Kesempatan itu datang melalui Taiwan Experience Education Programs (TEEP), program dari Ministry of Education (MoE) Taiwan yang ditujukan bagi mahasiswa internasional.
Baca juga: Perkuat Ekosistem Pendidikan, Bank Muamalat Luncurkan Co-Branding Kartu Mahasiswa Unair dan UB
Program ini membuka pintu bagi Salma untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus memperkaya pengalaman lintas budaya.
Salma mengaku sempat beberapa kali gagal saat melamar ke sejumlah laboratorium riset.
Namun kegigihannya terbayar saat Hucenrotia Lab memberi tantangan berupa kompetisi di platform Kaggle.
Baca juga: Resmikan 7 Gedung Baru Unair Surabaya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto: Dibangun Tanpa APBN
“Sebelum diterima secara resmi, saya diminta menyelesaikan proyek kompetisi di Kaggle. Alhamdulillah, berhasil meraih posisi ke-3, dan dari situlah saya diterima di lab ini,” ujarnya.
Di Hucenrotia Lab, Salma ditempatkan pada tim riset yang mengembangkan Vision-and-Language Navigation (VLN) dan sistem lokomosi anjing robot.
VLN sendiri berfokus pada penggabungan penglihatan komputer dan pemahaman bahasa alami agar robot mampu mengikuti instruksi lisan manusia.
Baca juga: Unair Surabaya Kerja Sama dengan Pemkab Tulungagung untuk Pendidikan Dokter Spesialis RSUD dr Iskak
Sementara itu, sistem lokomosi meneliti stabilitas dan adaptasi gerak robot berkaki empat di berbagai medan.
Salah satu tugas yang paling berkesan bagi Salma adalah saat ia harus mereproduksi proyek dari riset sebelumnya lalu mempresentasikannya ke tim.
“Saya pernah menjalani ulang proyek TrackVLA, yang memungkinkan robot berkaki empat mengikuti instruksi manusia, seperti perintah ‘ikuti orang berbaju hitam’. Selain itu, saya juga mengerjakan proyek Extreme-Parkour, yang membuat robot berkaki empat mampu melakukan lompat jauh, lompat tinggi, hingga handstand,” ceritanya.
Baca juga: Diikuti 800 Peserta, FKG Unair Surabaya Dorong Penerapan Gaya Hidup Sehat Lewat Lari 5K
Bagi Salma, magang ini bukan sekadar tentang teknologi. Ia juga mendapatkan pengalaman berharga dari sisi non-akademik. Selain aktif dalam seminar, ia mengikuti kursus bahasa Mandarin dan terlibat dalam kegiatan kebudayaan di Taiwan.
“Budaya di sini jelas berbeda dengan Indonesia, begitu juga gaya kerja profesor dan tim di tiap lab. Jadi, penting untuk bisa beradaptasi. Bahasa Inggris wajib dikuasai, sedikit bahasa Mandarin juga membantu. Yang terpenting, skill teknis harus dipersiapkan agar bisa benar-benar berkontribusi,” pesannya.
Salma menegaskan bahwa kesempatan ini telah membuka wawasannya sekaligus memperkuat kesiapan dirinya untuk terjun ke dunia profesional setelah lulus nanti.
“Saya berharap semua pengalaman ini bisa membantu saya menghadapi tantangan di masa depan,” ungkapnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Cara Unik Perpustakaan Ubaya Rayakan Hari Buku, Tak Lagi Sunyi Tapi Penuh Imajinasi |
|
|---|
| Dikukuhkan Sebagai Guru Besar di Unair, Prof Mahmudah Gagas Precision Public Health |
|
|---|
| Tanpa Nilai UTBK, Masih Bisa Daftar Jalur Mandiri Unair dan ITS |
|
|---|
| Menteri PPPA Ungkap Tingginya Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Forum Unesa |
|
|---|
| Sosok Fadhila, Mahasiswi UPN Veteran Jatim Ciptakan IELS.co, Raih Penghargaan Tingkat Asia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/National-Yang-Ming-Chiao-Tung-University-NYCU-Taiwan.jpg)