SURYA Kampus
Cara Unik Perpustakaan Ubaya Rayakan Hari Buku, Tak Lagi Sunyi Tapi Penuh Imajinasi
Hari Buku di Ubaya diwarnai kolaborasi unik DKV, angkat karakter fiksi untuk hidupkan literasi.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Ubaya rayakan Hari Buku dengan menggambar sampul bertema karakter fiksi.
- Mahasiswa DKV terinspirasi Harry Potter hingga Joker dalam karya ilustrasi.
- Perpustakaan dorong literasi lewat kolaborasi, pameran, dan kreativitas visual.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dalam rangka peringatan Hari Buku, Perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar kegiatan menggambar sampul buku bersama mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV).
Kegiatan ini menghadirkan karya ilustrasi yang terinspirasi dari tokoh-tokoh fiksi populer sebagai upaya menghidupkan kembali minat baca di kalangan mahasiswa.
Inspirasi Dari Membaca Buku
Salah satu mahasiswa DKV Ubaya, Kimberly Tanjaya, mengaku terinspirasi dari pengalaman membaca buku Harry Potter dalam menciptakan karyanya.
“Baca buku Harry Potter itu saya terkagum, jadi kepikirannya Harry Potter,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan proses berkarya menggunakan media gambar berbasis cat air dengan teknik pengolahan warna tertentu.
Baca juga: Banyak Salah Kaprah soal Vertigo, Mahasiswa FK Ubaya Ajak Warga Lebih Waspada
Menurutnya, eksplorasi visual dari bacaan membantu memperkuat imajinasi dalam proses kreatif.
Sementara itu, Direktur Perpustakaan Ubaya, Kristina, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program perpustakaan, termasuk pameran arsip, bazar buku murah, hingga seminar dan webinar.
“Kolaborasi ini mahasiswa mulai menggambar karakter dari figur yang mereka baca di novel, seperti Harry Potter dan Joker,” jelasnya.
Budaya Literasi Dan Kreativitas Mahasiswa
Kristina menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara budaya literasi dan kreativitas mahasiswa, sekaligus mendorong minat membaca di tengah dominasi perangkat digital.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara membaca buku fisik dan digital. Menurutnya, buku cetak masih memiliki keunggulan dalam membantu pembaca membangun imajinasi secara lebih mendalam.
Baca juga: Kampus Inklusif: UC Surabaya Luncurkan Sistem Digital Ramah Disabilitas
“Kalau membaca buku fisik, kita lebih bisa mengasah visualisasi dan imajinasi dibanding hanya dari gadget,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Ubaya juga berencana memamerkan karya mahasiswa agar dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berkarya dan mempublikasikannya di ruang perpustakaan.
“Harapannya karya yang dipajang bisa membangkitkan antusiasme mahasiswa untuk membaca dan berkarya,” tambah Kristina.
| Dikukuhkan Sebagai Guru Besar di Unair, Prof Mahmudah Gagas Precision Public Health |
|
|---|
| Tanpa Nilai UTBK, Masih Bisa Daftar Jalur Mandiri Unair dan ITS |
|
|---|
| Menteri PPPA Ungkap Tingginya Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Forum Unesa |
|
|---|
| Sosok Fadhila, Mahasiswi UPN Veteran Jatim Ciptakan IELS.co, Raih Penghargaan Tingkat Asia |
|
|---|
| Startup Mahasiswa ITS Terangin Tembus Top 6 Global Challenge di AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hari-buku-di-ubaya.jpg)