Geger Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dirawat di Klinik, DPRD Ikut Turun Tangan

Ada dugaan malapraktik, bayi bernama Hanania Fatin Majida disebut meninggal dunia usai dirawat di sebuah klinik di Kabupaten Sidoarjo, Jatim.

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
HEARING – Suasana pertemuan antara keluarga korban, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan dan Klinik Siaga Medika yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo, Jawa TImur, Kamis (28/8/2025). Dewan merekomindasikan Dinkes untuk melakukan investigasi terkait meninggalnya Hanania Fatin Majida, bayi berusia 2,5 tahun yang dirawat di Klinik Siaga Medika. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Seorang bayi bernama Hanania Fatin Majida usia 2,5 tahun, disebut meninggal dunia usai dirawat di Klinik Siaga Medika,  Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Ada dugaan malapraktik dalam peristiwa itu, sehingga meninggalnya bayi Hanania menjadi perbincangan banyak kalangan.

Terkait hal tersebut, DPRD Sidoarjo pun ikut turun tangan. 

Para pihak yang terkait dengan peristiwa tersebut, semua diundang untuk hearing di gedung dewan. 

Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Klinik Siaga Medika, orang tua korban dan beberapa pihak terlihat hadir dalam pertemuan di DPRD Sidoarjo, Kamis (28/8/2025).

Orang tua korban, Siti Nur Aini, menceritakan bahwa anaknya sempat dirawat di klinik Siaga Medika selama 5 hari. 

Warga Candipari, Kecamatan Porong, Sidoarjo itu menceritakan, awalnya putrinya didiagnosa mengalami sakit tifus.

“Sempat membaik, tapi pas hari ke lima itu kondisinya drop dan kejang-kejang. Kami sebagai orang tua pun panik,” ujar Siti saat hadir dalam hearing yang difasilitasi Komisi D DPRD tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan kembali, ternyata Hanania dinyatakan positif demam berdarah. Tangan dan kakinya juga melepuh. Seperti ada air bercampur nanah.

Keluarga kemudian meminta rujukan untuk dibawa ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo

Namun, upaya itu tidak mudah. Pihak klinik meminta keluarga melunasi biaya perwatannya terlebih dulu, karena status kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif.

“Pas kami mau minta rujukan itu, disuruh membayar biaya perawatan,” ungkap Nur Aini.

Biayanya sekitar Rp 3 juta. Lantaran tidak punya uang, pihak keluarga diminta menjaminkan Kartu Keluarga (KK) Asli kepada Klinik Siaga Medika. Setelah itu, pasien baru mendapatkan surat rujukan ke RSUD Sidoarjo.

Tapi karena kondisi pasien sudah drop, nyawa bocah itu tidak terselamatkan. 

Hanania meninggal dunia setelah sekitar 12 jam mendapat perawatan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Orang tua dan keluarga pun syok berat dengan peristiwa ini.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved