Jumat, 17 April 2026

Lebaran 2026

Kapan Sidang Isbat Idul Fitri 1447 Hijriyah? Lebaran 2026 Diprediksi Berbeda

Jelang akhir bulan Ramadan, Umat Islam tengah menanti kapan penetapan Idul Fitri 1447 Hijriyah. Kabarnya Lebaran 2026 diprediksi berbeda

Editor: Arum Puspita
Tribun Medan/Danil Siregar
HILAL - Petugas Tim Hisab OIF UMSU meneropong posisi hilal (bulan) saat dilakukan rukyatul hilal di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Selasa (17/2/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Kemenag akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 di Jakarta untuk menentukan 1 Syawal 1447 H.
  • Pemerintah memprediksi Lebaran jatuh pada 21 Maret 2026 karena posisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS.
  • Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri pada 20 Maret 2026 berdasarkan perhitungan Parameter Kalender Global.
  • Masyarakat diminta menunggu hasil verifikasi data hisab dan rukyatul hilal resmi untuk kepastian tanggal Lebaran.

 

SURYA.CO.ID - Jelang akhir bulan Ramadan, Umat Islam tengah menanti kapan penetapan Idul Fitri 1447 Hijriyah atau Lebaran 2026.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah menunggu sidang isbat yang digelar oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan sidang isbat akan digelar, Kamis (19/3/2026), bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 Hijriah.

Sidang isbat akan dimulai pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Menurut Abu, penetapan awal Syawal dilakukan dengan mempertimbangkan data hisab serta hasil rukyatul hilal yang diverifikasi oleh berbagai pihak.

Sidang tersebut juga melibatkan sejumlah unsur, antara lain pakar astronomi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Planetarium, Observatorium, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

“Karena melibatkan representasi yang luas, keputusan sidang isbat memiliki legitimasi keagamaan yang kuat,” ujar dia, dikutip SURYA.CO.ID dari Wartakota.

PEMANTAUAN - Tim dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jatim saat menggelar Rukyatul Hilal. Untuk penentuan 1 Ramadan tahun ini, LFNU akan menggelar Rukyatul hilal, Selasa (17/2/2026) mendatang.
PEMANTAUAN - Tim dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jatim saat menggelar Rukyatul Hilal. Untuk penentuan 1 Ramadan tahun ini, LFNU akan menggelar Rukyatul hilal, Selasa (17/2/2026) mendatang. (istimewa)

Baca juga: Mudik Lebaran 2026: 12 Ribu Pemudik Sudah Tinggalkan Surabaya Naik Kereta Api Hari Ini

Lebaran Diprediksi Berbeda

Arsad Hidayat menanggapi terkait kemungkinan besar adanya perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah antara Pemerintah dengan Muhammadiyah.

Untuk saat ini, Arsad mengatakan bahwa posisi hilal pada akhir Ramadhan secara perhitungan hisab masih belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh negara anggota MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia, dan Singapura).

"Jadi kalau berdasarkan hitungan hisab, untuk ketinggian itu 0 sampai 3 derajat, tertinggi itu ada di Aceh ya. Kemudian untuk elongasi 4 sampai 6 derajat."

"Di ketinggian mungkin memenuhi tapi dari sudut elongasi itu masih kurang," ujar Arsad dalam konferensi pers isu terkini di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Dalam standar MABIMS, kata Arsad, ketinggian hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Meskipun dari sisi ketinggian hilal ada kemungkinan memenuhi syarat, tetapi dari aspek elongasi masih belum mencapai batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria MABIMS.

Maka dari itu, kata dia, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 antara ketetapan Pemerintah dengan Muhammadiyah berpeluang kembali berbeda seperti penentuan awal Ramadhan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved