Senin, 20 April 2026

Cerita Para Kiai

Dari Pesantren ke Senayan: Perjalanan KH Muhammad Mursyid Mengabdi untuk Riau

Profil lengkap KH Muhammad Mursyid, kiai kondang Riau dan anggota DPD RI 2024 yang berfokus pada pengembangan pesantren dan pendidikan umat

Editor: Cak Sur
istimewa
CERITA PARA KIAI - KH Muhammad Mursyid, kiai asal Riau yang kini menjabat anggota DPD RI. Simak perjalanan dakwah dan kontribusinya bagi pendidikan. 

Meski tidak lagi memimpin operasional secara langsung, ia tetap membina dan mengarahkan visi besar pesantren. Baginya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan formal, melainkan kawah candradimuka pembentukan manusia seutuhnya, unggul dalam ilmu, kuat dalam iman dan mulia dalam akhlak.

Ia berharap Ponpes Khairul Ummah benar-benar menjadi tempat lahirnya khairul ummah, umat terbaik sebagaimana disebutkan dalam Alquran. 

Menurutnya, manusia terbaik bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, kepedulian sosial, serta keberanian memperjuangkan kebenaran. 

Pesantren harus mampu melahirkan generasi yang siap berperan di berbagai bidang: menjadi ulama yang menyejukkan, pemimpin yang adil, teknokrat yang amanah, pengusaha yang jujur, hingga akademisi yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Tidak semua orang harus menjadi pejabat,” demikian prinsip yang selalu ia tanamkan. Namun setiap orang harus menjadi yang terbaik di bidangnya. 

Pesantren, menurutnya, memiliki tanggung jawab besar membekali santri dengan ilmu agama yang kuat, wawasan kebangsaan, serta keterampilan hidup agar mampu bersaing di era modern tanpa kehilangan jati diri.

Dorongan masyarakat agar dirinya terjun ke dunia politik akhirnya membawanya memilih jalur Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Di Pemilu 2024, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia mewakili Provinsi Riau.

Di Komite I yang membidangi urusan pemerintahan daerah, ia berupaya menjembatani kepentingan Riau dengan pemerintah pusat serta memperjuangkan program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Baginya, kehadiran seorang kiai di parlemen adalah bagian dari dakwah dalam ruang yang berbeda. Jika di pesantren ia membina generasi, maka di parlemen ia berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pendidikan, kesejahteraan umat, dan pembangunan daerah.

Ia menyadari dunia pendidikan di Riau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kualitas guru, sarana prasarana, hingga dukungan anggaran. Karena itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat agar lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dapat berkembang secara optimal.

Di setiap kesempatan, ia selalu memohon doa dan dukungan masyarakat. Baginya, seluruh perjalanan hidupnya, dari santri, pendidik hingga wakil rakyat, adalah satu garis perjuangan yang sama: menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat. 

Ia berharap, melalui pesantren dan perannya di parlemen, dapat ikut melahirkan generasi terbaik yang membawa keberkahan bagi Riau dan Indonesia. (*)

 

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved