Kamis, 9 April 2026

Cerita Para Kiai

Dari Pesantren ke Senayan: Perjalanan KH Muhammad Mursyid Mengabdi untuk Riau

Profil lengkap KH Muhammad Mursyid, kiai kondang Riau dan anggota DPD RI 2024 yang berfokus pada pengembangan pesantren dan pendidikan umat

Editor: Cak Sur
istimewa
CERITA PARA KIAI - KH Muhammad Mursyid, kiai asal Riau yang kini menjabat anggota DPD RI. Simak perjalanan dakwah dan kontribusinya bagi pendidikan. 

SURYA.CO.ID, PEKANBARU - Kiai kondang Riau, KH Muhammad Mursyid, lahir di Jakarta pada 4 Juli 1973 dari keluarga dengan tradisi religius yang kuat. Ayahnya berasal dari Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel), sementara ibunya merupakan putri asli Jakarta. 

Sejak kecil, ia ditempa dengan nilai-nilai keislaman yang kokoh: disiplin dalam ibadah, hormat kepada guru, serta menjunjung tinggi akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan studi ke Madrasah Tarbiyatul Mu’alimin Wal Mu’alimat di Jakarta Pusat. Namun, hanya dua tahun ia menempuh pendidikan di sana. 

Keinginan untuk memperdalam ilmu agama membawanya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman Jakarta yang diasuh oleh KH Syukron Ma’mun.

Di pesantren itulah karakter kepemimpinan, kedisiplinan, dan jiwa pengabdiannya mulai terasah. Ia mengikuti jejak sang kakak yang lebih dahulu belajar di sana, sementara adik dan saudara perempuannya juga mengenyam pendidikan agama di lembaga yang sama.

Lingkungan pesantren membentuknya menjadi pribadi sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Selepas menyelesaikan pendidikan, atas arahan gurunya, pada 1994 ia ditugaskan mengabdi ke Pekanbaru. Di kota inilah perjalanan dakwahnya semakin luas.

Ia bergabung dengan Ponpes Dar El Hikmah di kawasan Panam, tidak hanya membina santri, tetapi juga aktif mengisi majelis taklim serta kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

Semangat dakwahnya semakin berkembang ketika ia terlibat aktif dalam Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Wilayah Riau.

Pada 2002–2003, ia dipercaya menjadi bagian dari program Dai Bina Desa yang menjangkau daerah pelosok di Riau, seperti Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Ia turun langsung ke desa-desa Talang Mamak, merasakan betul bagaimana masyarakat pedalaman membutuhkan sentuhan pendidikan dan pembinaan keagamaan. 

Hingga kini, hubungan emosional dengan masyarakat binaannya tetap terjaga.

Pengabdiannya di dunia pendidikan berlanjut ketika ia dipercaya melanjutkan kepemimpinan almarhum KH Munasir Jufri di Pondok Pesantren Khairul Ummah. 

Awalnya, pesantren ini hanya berdiri satu di Air Molek, Indragiri Hulu. Berkat kerja keras bersama majelis guru serta dukungan pemerintah dan masyarakat, Khairul Ummah berkembang pesat. 

Kini telah berdiri Khairul Ummah 2 di Pekanbaru untuk santri putra, Khairul Ummah 3 di Indragiri Hilir, dan tengah dibangun Khairul Ummah 4 di Pekanbaru untuk santri putri.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved