Rabu, 27 Mei 2026

Berita Viral

Bantah Pencoretan Cathlyn Yvaine dari Calon Paskibraka Nasional Curang, Ini Sosok Bustanul Arifin

Kepala Kesbangpol Provinsi Sulsel Bustanul Arifin membantah pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka

Tayang:
Editor: Musahadah
kolase Tribun Timur/instagram
BANTAH - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel Bustanul Arifin (kanan) membantah pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka tingkat nasional, diwarnai kecurangan.  

Ringkasan Berita:
  • Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel Bustanul Arifin membantah pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka tingkat nasional, diwarnai kecurangan. 
  • Bustanul Arifin menyebut proses seleksi sudah sesuai aturan. 
  • Sebelumnya, dicoretnya nama Cathlyn diprotes Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar. 

 

SURYA.CO.ID - Inilah sosok Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel Bustanul Arifin yang membantah pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka tingkat nasional, diwarnai kecurangan. 

Sebelumnya, dicoretnya nama Cathlyn diprotes Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar. 

Mereka menganggap janggal nama Cathlyn yang sebelumnya masuk tiga besar peserta putri yang diusulkan mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat nasional, namun pada hasil akhir, tidak masuk daftar dan digantikan siswi asal Kabupaten Jeneponto.

Mereka pun membeber kejanggalan-kejanggala selama prose seleksi. 

Tak mau disalahkan, Kepala Kesbangpol Sulsel menegaskan seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Duduk Perkara Cathlyn Yvaine Dicoret Jadi Paskibraka Nasional Versi DPPI dan Kesbangpol Sulsel

Ia membantah tudingan adanya peserta titipan ataupun perlakuan diskriminatif dalam proses penentuan wakil Sulsel.

"Dari awal kami pastikan pelaksanaan seleksi utusan kabupaten/kota ke provinsi berjalan objektif dan transparan," Kata Bustanul pada Senin (25/5/2026).

"Tidak ada titipan, apalagi diskriminasi rasial," tambahnya.

Bustanul menjelaskan bahwa penentuan peserta yang dikirim ke tingkat nasional tidak hanya mengacu pada hasil Tes Wawasan Kebangsaan (PWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU).

Aspek lain yang turut menjadi bahan penilaian meliputi kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), keterampilan, hingga kepribadian peserta.

Ia menambahkan, proses penilaian dilakukan langsung oleh tim seleksi pusat yang berasal dari berbagai unsur, yakni Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

Terkait isu etnis yang ikut mencuat dalam polemik tersebut, Bustanul meminta agar persoalan seleksi tidak dikaitkan dengan latar belakang suku atau ras peserta.

"Yang agak lucu kenapa yang dipersoalkan adalah utusan kota Makassar yang kebetulan etnis Tionghoa. Padahal Kota Makassar mengirim tiga utusan putri, dan dari hasil seleksi utusan putri dari Makassar, utusan yang lain lebih tinggi (nilainya) dari utusan dimaksud (Cathlyn), harusnya yang lebih tinggi nilainya itu yang diperjuangkan" katanya.

"Tidak ada menganulir sepihak atau penggantian, logikanya kalau ada anggapan menganulir pengumuman atau ada penggantian, harusnya ada pengumuman awal dan diganti dengan pengumuman baru, tunjukkan ke saya mana pengumuman yang dianulir atau diganti tersebut" lanjutnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved