Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Viral

Bantah Pencoretan Cathlyn Yvaine dari Calon Paskibraka Nasional Curang, Ini Sosok Bustanul Arifin

Kepala Kesbangpol Provinsi Sulsel Bustanul Arifin membantah pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka

Tayang:
Editor: Musahadah
kolase Tribun Timur/instagram
BANTAH - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel Bustanul Arifin (kanan) membantah pencoretan nama Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka tingkat nasional, diwarnai kecurangan.  

Sebagai pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ia aktif memimpin berbagai isu strategis, termasuk pengawasan seleksi daerah, penguatan indeks demokrasi, dan pembinaan kerukunan lintas agama.

Sebagai Kepala Bakesbangpol, ia bertanggung jawab langsung dalam menjaga stabilitas politik, mengawasi organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta memelihara kerukunan antarumat beragama di wilayah Sulawesi Selatan.

Diprotes PPI Makassar

POLEMIK - Dicoretnya nama siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka tingkat nasional di Istana menjadi polemik. 
POLEMIK - Dicoretnya nama siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, sebagai calon Paskibraka tingkat nasional di Istana menjadi polemik.  (Tribun Timur/faqih)

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Makassar, Muhammad Fahmi, kemudian mempertanyakan mekanisme penilaian yang dinilainya kurang terbuka.

Menurutnya, pengumuman hasil seleksi juga menimbulkan tanda tanya karena disebut dilakukan dalam dua tahap.

Baca juga: Rejeki Nomplok Dua Petugas Paskibraka HUT ke-80 RI di Istana, Dapat Beasiswa Rp100 Juta

"Tim penilai kan banyak unsur, dari informasi kami himpun. Teman-teman tidak bisa masuk dalam ruang penilaian," ujar Fahmi.

"Tapi penilaian pengumuman ini kenapa tertutup dan dua kali dilaksanakan. Satu kali dulu, baru di keluarkan pendamping. Penilaian selanjutnya baru diumumkan. Kita tidak permasalahkan siapapun lolos," tambahnya.

Selain itu, Fahmi mempertanyakan indikator yang digunakan dalam proses penilaian peserta.

Ia menyebut terdapat informasi bahwa kemampuan berbahasa daerah ikut menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi.

Menurutnya, hal tersebut berdampak pada peluang Cathlyn untuk lolos ke tingkat nasional.

Fahmi mengatakan, Cathlyn memiliki kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin yang baik.

"Masa kalah karena tidak bisa bahasa daerah. Ini kita pertanyakan apakah bahasa daerah jadi indikator wajib dikuasai?" tanya Fahmi.

"Tidak ada aturan baris berbaris menggunakan bahasa daerah, di pusat pun pakai bahasa Indonesia," sambungnya.

Ia juga menyoroti posisi Cathlyn dalam perankingan yang disebut nyaris sempurna.

"Dari perankingan, adik kita mendekati sempurna nilainya. Hampir seratus, artinya secara kemampuan aman. Tapi pas mengusulkan 3 besar justru turun diganti yang tidak masuk 10 besar," jelas Fahmi.

Meski batal berangkat ke tingkat nasional, Cathlyn disebut tetap akan bertugas sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagian sumber: https://makassar.kompas.com/read/2026/05/27/091700978/siswi-makassar-dicoret-dari-calon-paskibraka-istana-diduga-karena-bahasa?page=all#page2.

 

Sumber: Surya
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved