Kamis, 14 Mei 2026

Perang Iran Israel

Hubungan AS-Iran Memanas Lagi, Trump Tolak Proposal Damai: Dokumen Sampah

AS dan Iran kembali memanas setelah Donald Trump menolak proposal damai dari Teheran. Ketegangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran dunia.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Via Kompas.com
MEMANAS - Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran setelah menolak proposal damai dari Teheran. Ketegangan kedua negara memicu kekhawatiran dunia terhadap konflik baru di Timur Tengah dan dampaknya pada harga minyak global. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump sebut proposal damai Iran sebagai “dokumen sampah”.
  • Ketegangan AS-Iran memicu ancaman konflik baru di Timur Tengah.
  • Pemblokiran Selat Hormuz mulai berdampak pada harga minyak dunia.

 

SURYA.CO.ID - Harapan dunia untuk melihat perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tampaknya harus tertunda.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata saat ini berada dalam kondisi yang sangat kritis dan terancam berakhir.

Kondisi ini terjadi setelah perundingan terbaru antara kedua negara menemui jalan buntu. Trump menilai proposal balasan yang dikirimkan oleh pihak Iran sama sekali tidak memenuhi standar yang diinginkan Amerika.

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (11/5/2026), Trump memberikan gambaran mengenai situasi di Timur Tengah.

"Saya akan mengatakan gencatan senjata ini benar-benar seperti sedang memakai alat bantu hidup (sekarat)," kata Trump.

Trump juga menegaskan bahwa dirinya tidak merasa tertekan dalam menghadapi ketegangan ini. Ia yakin AS akan memenangkan persaingan pengaruh tersebut.

“Kami akan mendapatkan kemenangan penuh. Mereka berpikir saya akan lelah menghadapi ini. Saya akan bosan, atau mendapat tekanan. Tapi tidak ada tekanan,” tegasnya.

Baca juga: Update Kondisi Mojtaba Khamenei: Iran Umumkan Detail Luka Akibat Serangan AS-Israel

Sebut Proposal Iran Sebagai Sampah

Kemarahan Trump memuncak setelah membaca poin-poin yang diajukan Iran.

Melalui akun media sosialnya, Truth Social, Trump menyebut jawaban dari Teheran benar-benar tidak bisa diterima.

Bahkan, saat berada di Gedung Oval, Trump memberikan komentar yang lebih pedas.

“Dokumen sampah yang mereka kirim kepada kami itu bahkan tidak saya selesaikan membacanya,” ujar Trump.

Usulan Iran

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membela usulan negaranya.

Menurutnya, proposal tersebut sangat murah hati dan menunjukkan sikap bertanggung jawab Iran untuk menghentikan perang, menghapus blokade laut, dan meminta jaminan keamanan.

Salah satu poin panas dalam perselisihan ini adalah masalah nuklir.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved