Minggu, 10 Mei 2026

Perang Iran Israel

Kondisi Selat Hormuz: Trump Kirim Proposal Damai, Tapi Perang AS-Iran Masih Membara

Situasi Selat Hormuz memanas saat Donald Trump mengirim proposal damai, namun perang AS-Iran masih berlangsung

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Facebook The White House
JADI DAMAI? - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Jumat (1/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump mengirim proposal damai di tengah konflik panas AS-Iran di Selat Hormuz.
  • Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer Amerika setelah kapal tankernya ditembaki.
  • IRGC mengklaim rudal dan drone mereka sudah mengunci target milik Amerika Serikat.

 

SURYA.CO.ID - Situasi di Selat Hormuz saat ini terasa sangat membingungkan.

Di satu meja, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menawarkan proposal damai untuk mengakhiri konflik.

Namun di lautan, pesawat tempur Amerika dan pasukan Iran justru masih saling serang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa apa yang direncanakan Donald Trump di kantornya ternyata tak sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan.

Meski ada tawaran damai, nyatanya militer kedua negara masih berada dalam posisi siap tempur.

Iran Siap Balas Serangan Amerika

Kemarahan pihak Iran dipicu oleh aksi jet tempur AS yang menembaki dua kapal tanker mereka pada Jumat (8/5/2026).

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pun langsung mengeluarkan ancaman serangan balasan yang mengerikan ke pangkalan-pangkalan militer Amerika.

“Setiap serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal komersial Iran akan dibalas dengan serangan besar-besaran terhadap salah satu pangkalan Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh,” kata Angkatan Laut IRGC menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRIB News, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Donald Trump Akhiri Perang dengan Iran? Ini Bocoran Kesepakatan Damai yang Sedang Digodok

Rudal dan Drone Sudah Mengunci Target

Situasi perang yang masih membara ini dipertegas dengan kesiapan senjata berat Iran.

Militer Iran mengaku tidak main-main dan sudah mengarahkan rudal mereka tepat ke sasaran milik Amerika Serikat.

Jenderal Sardar Mousavi dari Angkatan Udara IRGC menyatakan bahwa pasukan mereka hanya tinggal menunggu satu perintah saja untuk melepaskan serangan.

“Rudal dan pesawat nirawak IRGC telah mengunci target Amerika di wilayah tersebut dan kapal-kapal musuh yang agresif,” kata Jenderal Sardar Mousavi.

Diamelanjutkan, “Kami menunggu perintah untuk menembak.”

Proposal Damai Trump yang Belum Terjawab

Di tengah desing peluru dan ancaman rudal, Donald Trump tetap berharap masalah ini bisa selesai lewat proposal perdamaian yang ia kirimkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved