Minggu, 10 Mei 2026

Perang Iran Israel

Dimana Mojtaba Khamenei Ketika Trump Koar-koar? Intelijen AS Ungkap Perannya di Balik Perang Iran

Intelijen AS menyebut Mojtaba Khamenei berperan dalam strategi perang Iran dan negosiasi dengan Washington meski cedera.

Tayang:
istimewa
PERAN - Kolase foto Mojtaba Khamenei (kiri) dan Donald Trump (kanna). Mojtaba Khamenei nyaris tak pernah muncul di tengah perang Iran. Intelijen AS ungkap perannya. 

Ringkasan Berita:
  • Intelijen AS menyebut Mojtaba Khamenei ikut mengatur strategi perang Iran.
  • Mojtaba dikabarkan tetap aktif berkomunikasi meski mengalami cedera.
  • Iran membantah kondisi kesehatan Mojtaba memburuk pascaperang.
  • Militer Iran dinilai melemah, tetapi peluncur rudal masih beroperasi.

 

SURYA.co.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki babak baru setelah laporan intelijen AS menyebut nama Mojtaba Khamenei sebagai figur penting di balik strategi perang dan jalannya diplomasi Teheran.

Putra dari mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, itu disebut tetap aktif mengambil keputusan meski dikabarkan mengalami cedera serius selama konflik berlangsung.

Dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews, laporan dari Anadolu Agency menyebutkan bahwa badan intelijen AS meyakini Mojtaba Khamenei memiliki peran dalam membentuk strategi militer Iran sekaligus mengawasi jalannya negosiasi dengan Washington. Meski demikian, sosoknya hingga kini belum muncul di hadapan publik sejak perang pecah.

Situasi tersebut memunculkan spekulasi baru mengenai arah kepemimpinan Iran di tengah kondisi politik dan keamanan yang masih belum stabil pascaperang.

Mojtaba Khamenei Disebut Tetap Aktif Meski Cedera

PEMIMPIN BARU - Majelis Pakar Iran telah memilih Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Ali Khamenei
PEMIMPIN BARU - Majelis Pakar Iran telah memilih Mojtaba Khamenei, putra pemimpin tertinggi Ali Khamenei (Surya.co.id)

Sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS mengatakan masih ada ketidakpastian terkait seberapa besar kewenangan yang kini dipegang Mojtaba Khamenei dalam struktur kepemimpinan Iran.

Ketidakjelasan itu muncul setelah serangan dalam perang disebut menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk ayahnya, Ali Khamenei.

Meski mengalami cedera, para pejabat AS dilaporkan percaya bahwa Mojtaba Khamenei tetap menjalankan komunikasi penting melalui jalur tertutup.

“Para pejabat AS dilaporkan meyakini bahwa Mojtaba Khamenei terus berkomunikasi melalui kurir tepercaya dan kontak langsung saat pulih dari cedera yang meliputi luka bakar dan luka akibat pecahan peluru.”

Laporan tersebut memperlihatkan bahwa jaringan komunikasi internal pemerintahan Iran masih berjalan meski berada dalam tekanan konflik berkepanjangan.

Baca juga: Trump Koar-koar Terkait Program Nuklir, Klaim Iran Sudah Menyerah Padahal Masih Baca Proposal

Iran Bantah Kondisi Mojtaba Khamenei Memburuk

Di sisi lain, pemerintah Iran membantah berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.

Mazaher Hosseini, kepala protokol di kantor pemimpin tertinggi Iran, memastikan bahwa kondisi Mojtaba disebut terus membaik.

“Mazaher Hosseini, kepala protokol di kantor pemimpin tertinggi, mengatakan pada Jumat (8/5/2026) bahwa kondisi Khamenei telah membaik dan menepis spekulasi seputar kesehatannya.”

Pernyataan itu muncul di tengah derasnya laporan media internasional yang menyoroti dinamika internal elite politik Iran setelah konflik dengan Amerika Serikat.

Militer Iran Disebut Melemah, Tapi Belum Lumpuh

Penilaian intelijen AS juga menyebut kemampuan militer Iran mengalami pelemahan akibat serangan Amerika Serikat. Namun, kekuatan tersebut dinilai belum sepenuhnya hancur.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved