Jumat, 8 Mei 2026

Perang Iran Israel

Sosok Bernie Sanders Senator AS yang Semprot Trump dan Netanyahu Imbas Perang Iran Berkepanjangan

Bernie Sanders mengecam Trump dan Netanyahu atas perang Timur Tengah yang dinilai memperpanjang krisis dan mengguncang ekonomi dunia.

Tayang:
Wikimedia Commons
SEMPROT - Foto Senator AS Bernie Sanders yang diambil dari Wikipedia, Bernie secara tegas mengkritik Trump dan Netanyahu yang menyebabkan perang iran berkepanjangan. 

“permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran.”

Sebelumnya, pada Senin (4/5/2026), AS mengklaim telah membuka jalur pelayaran baru dan menenggelamkan enam kapal kecil Iran yang dianggap mengancam kapal komersial.

Namun, hanya dua kapal dagang yang berhasil melintas, sementara ratusan kapal lainnya masih tertahan di kawasan Teluk Persia.

Selat Hormuz Jadi Titik Krisis Ekonomi Dunia

Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran memberikan dampak besar terhadap distribusi minyak, gas, dan komoditas global lainnya.

Selat tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu jalur utama pasokan energi dunia. Gangguan di kawasan itu memicu lonjakan harga bahan bakar dan meningkatkan tekanan ekonomi di banyak negara.

AS sendiri menjalankan operasi pengamanan kapal yang disebut Trump sebagai “Proyek Kebebasan”.

"Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," katanya.

“Proyek Kebebasan akan dimulai pada Senin pagi di Timur Tengah," tambah Trump.

Sosok Bernie Sanders Kembali Jadi Penyeimbang Politik AS

Dikutip dari Wikipedia, Bernard Sanders lahir 8 September 1941.

Ia adalah politikus Amerika Serikat yang menjabat sebagai Senator Amerika Serikat junior mewakili Vermont sejak 2007. Sebagai wakil tunggal Vermont sejak 1991 hingga 2007, ia menjadi politikus independen dengan masa jabatan terlama sepanjang sejarah kongres Amerika Serikat.

Ia juga anggota kaukus Partai Demokrat. Sanders maju sebagai calon presiden pada 2016, tetapi tidak dicalonkan partai. Ia maju lagi untuk pemilihan presiden tahun 2020.

Sebagai seseorang yang mengaku berhaluan sosialis demokrat dan progresif, Sanders menentang kesenjangan ekonomi. Terkait kebijakan dalam negeri, ia mendukung hak-hak buruh, layanan kesehatan universal dan negeri, gaji tetap untuk cuti hamil, pendidikan tinggi gratis, dan Green New Deal untuk mengantisipasi perubahan iklim.

Terkait kebijakan luar negeri, ia mendukung pemangkasan anggaran militer, mendorong diplomasi dan kerja sama internasional, dan mengutamakan hak tenaga kerja serta persoalan lingkungan dalam perundingan perjanjian dagang internasional. Sejumlah pengamat menilai pandangan-pandangan Sanders berhasil menggeser ideologi Partai Demokrat setelah ia maju sebagai calon presiden pada tahun 2016.[2][3][4]

Sanders lahir dan besar di Brooklyn, New York City, dari keluarga pekerja Yahudi. Ia sempat kuliah di Brooklyn College, kemudian pindah ke Universitas Chicago dan lulus tahun 1964.

Saat masih mahasiswa, ia aktif sebagai koordinator unjuk rasa Congress of Racial Equality dan Student Nonviolent Coordinating Committee pada masa-masa perjuangan gerakan hak sipil Amerika Serikat. Setelah menetap di Vermont tahun 1968, Sanders terjun ke politik dan beberapa kali mencalonkan diri lewat partai ketiga pada awal hingga pertengahan 1970-an, tetapi selalu kalah. Sanders maju secara independen dan terpilih sebagai wali kota Burlington pada tahun 1981 dengan selisih sepuluh suara. Ia terpilih lagi sebanyak tiga kali.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved