Jumat, 8 Mei 2026

Perang Iran Israel

Sosok Bernie Sanders Senator AS yang Semprot Trump dan Netanyahu Imbas Perang Iran Berkepanjangan

Bernie Sanders mengecam Trump dan Netanyahu atas perang Timur Tengah yang dinilai memperpanjang krisis dan mengguncang ekonomi dunia.

Tayang:
Wikimedia Commons
SEMPROT - Foto Senator AS Bernie Sanders yang diambil dari Wikipedia, Bernie secara tegas mengkritik Trump dan Netanyahu yang menyebabkan perang iran berkepanjangan. 

Ringkasan Berita:
  • Bernie Sanders menuduh Trump dan Netanyahu memperpanjang konflik Timur Tengah.
  • Serangan AS-Israel ke Iran memicu balasan dan krisis di Selat Hormuz.
  • Trump tetap mempertahankan blokade sambil membuka peluang negosiasi.
  • Konflik berdampak pada lonjakan harga energi dan ekonomi global.

 

SURYA.co.idBernie Sanders melontarkan kritik keras terhadap Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait konflik Timur Tengah yang terus meluas.

Menurut Sanders, kebijakan militer yang diambil kedua pemimpin tersebut justru memperpanjang perang dan memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan.

Ketegangan meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan itu memicu balasan dari Teheran dan berdampak langsung terhadap stabilitas di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia.

Upaya gencatan senjata sempat dilakukan pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan.

Namun, pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Gencatan senjata kemudian diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas oleh Trump.

Sanders: “Cukup Sudah dengan Perang Tanpa Akhir”

MARAH - Foto Presiden AS Donald Trump. Trump baru-baru ini mengungkapkan kemarahannya karena perjanjian dengan Iran tak kunjung deal.
MARAH - Foto Presiden AS Donald Trump. Trump baru-baru ini mengungkapkan kemarahannya karena perjanjian dengan Iran tak kunjung deal. (Wartakota)

Sanders secara terbuka mengecam strategi militer Washington dan Tel Aviv.

"Cukup sudah dengan perang tanpa akhir yang dilancarkan Trump dan Netanyahu," ungkap Sanders, Selasa (5/5/2026), dilansir Anadolu Agency, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Melalui platform X, Sanders juga membagikan data korban akibat konflik yang terus meningkat:

  • Iran: sekitar 3.375 tewas, lebih dari 26.500 luka-luka
  • Lebanon: 2.702 tewas, 8.311 luka-luka
  • Negara-negara Teluk: 28 tewas, lebih dari 289 luka-luka
  • Israel: 26 tewas, 7.791 luka-luka
  • Amerika Serikat: 13 tentara tewas, 381 luka-luka

Pernyataan Sanders menjadi sorotan karena ia termasuk salah satu tokoh senior Partai Demokrat yang paling vokal mengkritik kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah.

Trump Hentikan Sementara Operasi di Selat Hormuz

Di tengah tekanan internasional, Trump mengumumkan penghentian sementara upaya AS dalam memandu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi membuka ruang negosiasi dengan Iran. Meski demikian, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran masih diberlakukan sejak 13 April 2026.

Dalam unggahan media sosialnya, Trump menjelaskan alasan di balik keputusan itu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved