Jumat, 8 Mei 2026

Perang Iran Israel

Trump dan Netanyahu Kena Semprot Senator AS Imbas Perang Iran Berkepanjangan: Cukup Sudah

Bernie Sanders tuding Trump dan Netanyahu perpanjang perang Timur Tengah. Korban ribuan, Selat Hormuz terganggu, ekonomi global terguncang.

Tayang:
Facebook The White House
DISEMPROT - Tangkapan layar The White House pada Kamis (10/4/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berfoto di Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Selasa (8/4/2025). Trump dan Netanyahu mendapat kritik dari senator AS. 

Meski demikian, hanya dua kapal dagang yang berhasil melintas, sementara ratusan lainnya masih terjebak di kawasan Teluk Persia.

Dampak Global: Harga Energi Melonjak

Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran berdampak besar terhadap distribusi minyak, gas, dan komoditas penting lainnya.

Jalur ini sebelumnya menjadi salah satu arteri utama pasokan energi global.

Akibatnya, harga bahan bakar melonjak tajam dan memicu guncangan ekonomi di berbagai negara.

AS sendiri berupaya “membimbing” kapal-kapal yang terjebak melalui operasi yang disebut Trump sebagai “Proyek Kebebasan”.

"Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," katanya.

“Proyek Kebebasan akan dimulai pada Senin pagi di Timur Tengah," tambah Trump.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya soal militer, tetapi juga kepentingan geopolitik dan ekonomi global.

Kritik Sanders mencerminkan kekhawatiran sebagian elite politik AS terhadap strategi luar negeri yang dinilai memperpanjang konflik.

Di sisi lain, langkah Trump mempertahankan blokade sambil membuka ruang negosiasi menunjukkan pendekatan “tekanan maksimal” yang berisiko tinggi.

Jika tidak diimbangi dengan diplomasi efektif, eskalasi bisa semakin luas dan berdampak pada stabilitas ekonomi dunia.

Dengan Selat Hormuz sebagai titik krusial, setiap keputusan militer maupun politik di kawasan ini akan terus menjadi penentu arah pasar energi dan keamanan global dalam waktu dekat.

Jadikan SURYA.co.id preferensi beritamu dengan mengklik tautan ini

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved