Jumat, 8 Mei 2026

Perang Iran Israel

Trump dan Netanyahu Kena Semprot Senator AS Imbas Perang Iran Berkepanjangan: Cukup Sudah

Bernie Sanders tuding Trump dan Netanyahu perpanjang perang Timur Tengah. Korban ribuan, Selat Hormuz terganggu, ekonomi global terguncang.

Tayang:
Facebook The White House
DISEMPROT - Tangkapan layar The White House pada Kamis (10/4/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berfoto di Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Selasa (8/4/2025). Trump dan Netanyahu mendapat kritik dari senator AS. 

Ringkasan Berita:
  • Bernie Sanders kritik Donald Trump dan Benjamin Netanyahu soal “perang tanpa akhir”.
  • Konflik Iran picu ribuan korban jiwa dan luka di beberapa negara kawasan.
  • AS tetap blokade Iran meski buka peluang negosiasi damai.
  • Gangguan Selat Hormuz bikin harga energi melonjak dan ekonomi global terguncang.

 

SURYA.co.id – Senator Amerika Serikat Bernie Sanders menuduh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperpanjang konflik bersenjata di Timur Tengah yang kini meluas.

Ketegangan meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Teheran dan mengganggu stabilitas di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata pada 8 April 2026 dengan mediasi Pakistan.

Namun, pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas oleh Trump.

Kritik Keras Sanders: Perang Tanpa Akhir

BERAKHIR - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat berpidato dalam upacara penganugerahan Medal of Honor di Gedung Putih, Senin (2/3/2026). Trump baru-baru ini menyatakan perang Iran berakhir. Apa rencananya?
BERAKHIR - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump saat berpidato dalam upacara penganugerahan Medal of Honor di Gedung Putih, Senin (2/3/2026). Trump baru-baru ini menyatakan perang Iran berakhir. Apa rencananya? (Tangkap layar YouTube Euronews)

Sanders secara terbuka mengecam kebijakan militer kedua pemimpin tersebut.

"Cukup sudah dengan perang tanpa akhir yang dilancarkan Trump dan Netanyahu," ungkap Sanders, Selasa (5/5/2026), dilansir Anadolu Agency, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Ia juga memaparkan data korban yang terus meningkat akibat konflik ini. Berdasarkan angka yang dibagikan melalui platform X:

  • Iran: sekitar 3.375 tewas, lebih dari 26.500 luka-luka
  • Lebanon: 2.702 tewas, 8.311 luka-luka
  • Negara-negara Teluk: 28 tewas, lebih dari 289 luka-luka
  • Israel: 26 tewas, 7.791 luka-luka
  • Amerika Serikat: 13 tentara tewas, 381 luka-luka

Kebijakan Terbaru Trump: Blokade dan “Proyek Kebebasan”

TERJERAT KORUPSI - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Sabtu (28/2/2026), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato setelah Israel dan AS menyerang Iran pada Sabtu pagi. Di balik itu semua, ternyata Netanyahu terjerat kasus korupsi.
TERJERAT KORUPSI - Foto yang diambil dari Facebook GPO, Sabtu (28/2/2026), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato setelah Israel dan AS menyerang Iran pada Sabtu pagi. Di balik itu semua, ternyata Netanyahu terjerat kasus korupsi. (Facebook Kantor PM Israel)

Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian sementara upaya AS dalam memandu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk membuka ruang negosiasi dengan Iran.

Baca juga: Janji Damai Trump Berubah Menjadi Ancaman Sapu Bersih Iran, Insiden di Selat Hormuz Jadi Pemicunya

Namun, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan sejak 13 April 2026.

Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil atas dasar berbagai pertimbangan.

Ia menyebut langkah itu dilakukan berdasarkan "permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran."

Sebelumnya, pada Senin (4/5/2026), AS mengklaim telah membuka jalur pelayaran baru dan menenggelamkan enam kapal kecil Iran yang dianggap mengancam kapal komersial.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved