Perang Iran Israel
Trump dan Netanyahu Kena Semprot Senator AS Imbas Perang Iran Berkepanjangan: Cukup Sudah
Bernie Sanders tuding Trump dan Netanyahu perpanjang perang Timur Tengah. Korban ribuan, Selat Hormuz terganggu, ekonomi global terguncang.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ringkasan Berita:
- Bernie Sanders kritik Donald Trump dan Benjamin Netanyahu soal “perang tanpa akhir”.
- Konflik Iran picu ribuan korban jiwa dan luka di beberapa negara kawasan.
- AS tetap blokade Iran meski buka peluang negosiasi damai.
- Gangguan Selat Hormuz bikin harga energi melonjak dan ekonomi global terguncang.
SURYA.co.id – Senator Amerika Serikat Bernie Sanders menuduh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperpanjang konflik bersenjata di Timur Tengah yang kini meluas.
Ketegangan meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut memicu aksi balasan dari Teheran dan mengganggu stabilitas di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata pada 8 April 2026 dengan mediasi Pakistan.
Namun, pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas oleh Trump.
Kritik Keras Sanders: Perang Tanpa Akhir
Sanders secara terbuka mengecam kebijakan militer kedua pemimpin tersebut.
"Cukup sudah dengan perang tanpa akhir yang dilancarkan Trump dan Netanyahu," ungkap Sanders, Selasa (5/5/2026), dilansir Anadolu Agency, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Ia juga memaparkan data korban yang terus meningkat akibat konflik ini. Berdasarkan angka yang dibagikan melalui platform X:
- Iran: sekitar 3.375 tewas, lebih dari 26.500 luka-luka
- Lebanon: 2.702 tewas, 8.311 luka-luka
- Negara-negara Teluk: 28 tewas, lebih dari 289 luka-luka
- Israel: 26 tewas, 7.791 luka-luka
- Amerika Serikat: 13 tentara tewas, 381 luka-luka
Kebijakan Terbaru Trump: Blokade dan “Proyek Kebebasan”
Presiden Donald Trump mengumumkan penghentian sementara upaya AS dalam memandu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk membuka ruang negosiasi dengan Iran.
Baca juga: Janji Damai Trump Berubah Menjadi Ancaman Sapu Bersih Iran, Insiden di Selat Hormuz Jadi Pemicunya
Namun, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan sejak 13 April 2026.
Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil atas dasar berbagai pertimbangan.
Ia menyebut langkah itu dilakukan berdasarkan "permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa kemajuan besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran."
Sebelumnya, pada Senin (4/5/2026), AS mengklaim telah membuka jalur pelayaran baru dan menenggelamkan enam kapal kecil Iran yang dianggap mengancam kapal komersial.
Multiangle
Meaningful
berita viral
perang Iran-Israel
Donald Trump
Netanyahu
Senator AS
Bernie Sanders
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Sosok Kepala Angkatan Udara Israel yang Nyatakan Siap Kerahkan Armada Jet untuk Melawan Iran |
|
|---|
| Iran Pertimbangkan Tawaran Damai Amerika Serikat: Akhiri Perang atau Hadapi Serangan Lebih Besar |
|
|---|
| Donald Trump Akhiri Perang dengan Iran? Ini Bocoran Kesepakatan Damai yang Sedang Digodok |
|
|---|
| Obama Bongkar Rahasia: Netanyahu Sudah Lama Desak Amerika Serikat Serang Iran |
|
|---|
| Dunia Bernapas Lega Sejenak, Amerika Serikat Hentikan Operasi Hormuz Sementara, Trump Ubah Strategi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Trump-dan-Netanyahu-Kena-Semprot-Senator-AS-Imbas-Perang-Iran-Berkepanjangan-Cukup-Sudah.jpg)