Selasa, 5 Mei 2026

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek

Update Kasus Kecelakaan Argo Bromo Anggrek Vs KRL, 36 Saksi Diperiksa, Dirut PT KAI Janjikan Ini

Kasus kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada SEnin (27/4/202) terus didalami penyidik Polda Metro Jaya. 

Tayang:
Editor: Musahadah
Tribunnews.com
PILU - Profil Bobby Rasyidin, Dirut KAI turun langsung untuk meninjau lokasi dan korban kecelakaan KA Agro Bromo, Selasa (29/4/2026) 

Namun saat ditanya terkait durasi pemeriksaan yang dijalaninya, Bobby mengaku belum mengetahui secara pasti.

 "Saya belum dikasih tahu," singkatnya.

Dampingi Korban 24 Jam

Dalam kesempatan itu, Bobby juga berjanji akan mendampingi para korban kecelakaan yang masih dirawat di rumah sakit selama 24 jam. 

Saat ini menurut Bobby masih ada 17 orang korban yang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah Rumah Sakit (RS).

Bobby Rasyidin, mengatakan, hal itu dilakukan pihaknya untuk memberikan perhatian maksimal terhadap para korban dan keluarga yang terdampak.

"Untuk korban yang luka-luka, kami juga melakukan pendampingan full, kalau rekan-rekan media yang melihat, selalu ada 24 jam staf kami di RS sekarang masih ada 17 orang ya,” kata Bobby di stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5/2026).

Tak hanya kepada korban luka, Bobby menjelaskan, bentuk perhatian juga diberikan kepada yang meninggal dunia.

Bentuk perhatian itu seperti mendapatkan pendampingan penuh sejak awal kejadian hingga proses penguburan jenasah.

 “Kami pendampingan full sekali, penuh pendampingannya, untuk yang telah meninggal dunia, kami menghantarkan sampai ke liang kubur, kami mengurusi semua hak-hak dari korban, dan tentunya berbelasungkawa dan dukacita yang sangat mendalam dari kami,” jelasnya.

Bobby menuturkan, bentuk tanggung jawab tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh korban mendapatkan haknya secara layak.

“Dan tentunya kami mendoakan dan selalu berusaha yang terbaik dari kami, agar saudari-saudari kami yang masih dalam perawatan itu akan kembali sembuh dan pulih seperti sedia kala,” tuturnya. 

Kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek

PENYEBAB TABRAKAN - Konidisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Pakar ITB angkat bicara mengungkap penyebab insiden.
PENYEBAB TABRAKAN - Konidisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Pakar ITB angkat bicara mengungkap penyebab insiden. (tribunnews)

Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dan KRL PLB 5568A rute Jakarta–Cikarang pada Senin (27/4/2026) lalu menimbulkan duka mendalam.

Peristiwa tersebut mengakibatkan 16 penumpang KRL yang berada di gerbong khusus wanita meninggal dunia.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin menyebut, kecelakaan diduga bermula dari insiden di pelintasan sebidang sekitar 200 meter dari Stasiun Bekasi Timur.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Hal ini diduga mengganggu sistem perkeretaapian di emplasemen Bekasi Timur,” ujar Bobby, dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/04/143000065/penumpang-ka-argo-bromo-anggrek-ungkap-alasan-gugat-kai-rp-100-miliar-usai?page=all#page2.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved