Senin, 4 Mei 2026

Perang Iran vs Israel Amerika

Iran Ajukan Proposal 14 Poin Tentang Perdamaian, Tapi Donald Trump Skeptis

Iran ajukan proposal 14 poin ke AS, termasuk hak nuklir dan mekanisme Hormuz. Trump skeptis, krisis kepercayaan jadi hambatan.

Tayang:
Editor: Adrianus Adhi
Surya.co.id
AMUNISI HABIS - Presiden AS, Donald Trump. 

Ringkasan Berita:
  • Iran ajukan proposal 14 poin untuk akhiri konflik, termasuk hak pengayaan uranium dan mekanisme baru Hormuz.
  • Trump skeptis, menilai Iran belum membayar harga cukup, blokade dan nuklir jadi garis merah.
  • Analis sebut krisis kepercayaan dan blokade AS jadi hambatan utama, harga energi global tetap tinggi.

SURYA.co.id - Iran mengajukan proposal diplomatik 14 poin kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Usulan ini bertujuan mengakhiri konflik secara permanen, namun perbedaan tajam soal nuklir dan Selat Hormuz membuat kesepakatan sulit tercapai.

Usulan ini dikirim melalui Pakistan di tengah gencatan senjata rapuh sejak 8 April.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, Teheran menargetkan penyelesaian penuh dalam 30 hari.

Proposal ini mencakup tuntutan strategis yang lebih luas dibandingkan sekadar perpanjangan gencatan senjata.

Isi proposal antara lain jaminan tidak adanya serangan di masa depan.

Iran juga menuntut penarikan pasukan AS dari sekitar wilayahnya.

Selain itu, Teheran meminta pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini menekan perekonomian.

Iran juga menuntut pembebasan aset yang dibekukan.

Iran menegaskan haknya melakukan pengayaan uranium sesuai Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Poin ini langsung berbenturan dengan posisi Amerika Serikat.

Teheran juga meminta ganti rugi perang sebagai bagian dari kesepakatan. Mekanisme baru untuk mengatur Selat Hormuz turut diajukan.

Baca juga: Babak Baru Konflik Timur Tengah, Ini Alasan Trump Batalkan Serang Iran dan Nyatakan Perang Berakhir

Donald Trump menanggapi proposal dengan sikap skeptis. Ia mengaku masih mempelajari isi usulan tersebut.

“Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi,” kata Trump, merujuk pada kemungkinan serangan militer.

Trump menilai Iran belum membayar harga yang cukup atas tindakannya selama puluhan tahun. Ia menyebut sulit membayangkan proposal diterima.

Washington tetap menuntut Iran menghentikan blokade Selat Hormuz. Program nuklir juga menjadi garis merah bagi AS.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved