Perang Iran vs Israel Amerika
Iran Ajukan Proposal 14 Poin Tentang Perdamaian, Tapi Donald Trump Skeptis
Iran ajukan proposal 14 poin ke AS, termasuk hak nuklir dan mekanisme Hormuz. Trump skeptis, krisis kepercayaan jadi hambatan.
Ringkasan Berita:
- Iran ajukan proposal 14 poin untuk akhiri konflik, termasuk hak pengayaan uranium dan mekanisme baru Hormuz.
- Trump skeptis, menilai Iran belum membayar harga cukup, blokade dan nuklir jadi garis merah.
- Analis sebut krisis kepercayaan dan blokade AS jadi hambatan utama, harga energi global tetap tinggi.
SURYA.co.id - Iran mengajukan proposal diplomatik 14 poin kepada Amerika Serikat melalui mediator Pakistan. Usulan ini bertujuan mengakhiri konflik secara permanen, namun perbedaan tajam soal nuklir dan Selat Hormuz membuat kesepakatan sulit tercapai.
Usulan ini dikirim melalui Pakistan di tengah gencatan senjata rapuh sejak 8 April.
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, Teheran menargetkan penyelesaian penuh dalam 30 hari.
Proposal ini mencakup tuntutan strategis yang lebih luas dibandingkan sekadar perpanjangan gencatan senjata.
Isi proposal antara lain jaminan tidak adanya serangan di masa depan.
Iran juga menuntut penarikan pasukan AS dari sekitar wilayahnya.
Selain itu, Teheran meminta pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini menekan perekonomian.
Iran juga menuntut pembebasan aset yang dibekukan.
Iran menegaskan haknya melakukan pengayaan uranium sesuai Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Poin ini langsung berbenturan dengan posisi Amerika Serikat.
Teheran juga meminta ganti rugi perang sebagai bagian dari kesepakatan. Mekanisme baru untuk mengatur Selat Hormuz turut diajukan.
Baca juga: Babak Baru Konflik Timur Tengah, Ini Alasan Trump Batalkan Serang Iran dan Nyatakan Perang Berakhir
Donald Trump menanggapi proposal dengan sikap skeptis. Ia mengaku masih mempelajari isi usulan tersebut.
“Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi,” kata Trump, merujuk pada kemungkinan serangan militer.
Trump menilai Iran belum membayar harga yang cukup atas tindakannya selama puluhan tahun. Ia menyebut sulit membayangkan proposal diterima.
Washington tetap menuntut Iran menghentikan blokade Selat Hormuz. Program nuklir juga menjadi garis merah bagi AS.
| Sosok Naftali Bennet dan Yair Lapid, 2 Eks PM Israel Berkoalisi Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu |
|
|---|
| Nasib Sama Benjamin Netanyahu dan Trump yang Ditekan dari Dalam Negeri, Ada yang Disebut 'Pembajak' |
|
|---|
| Benarkah Mojtaba Khamenei Akan Dipasang Kaki Palsu dan Operasi Plastik? Presiden Iran Ikut Merawat |
|
|---|
| Sosok John Phelan Menteri Angkatan Laut AS Pilihan Trump yang Dipecat di Tengah Perang dengan Iran |
|
|---|
| Alasan 2 Kapal Tanker Pertamina Tak Kunjung Melintasi Selat Hormuz, Indonesia Tegas Tolak Pungutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Trump-Kehabisan-Amunisi-Selama-Perang-Iran-Israel-Ini-Penyebab-Stok-Rudal-Pentagon-Menipis.jpg)