Selasa, 2 Juni 2026

Perang Iran vs Israel Amerika

Profil Ahmad Vahidi Jenderal IRGC yang Rancang Strategi Iran Hadapi AS, Ternyata Buronan Interpol

Ahmad Vahidi jadi sorotan usai disebut berpengaruh di balik strategi Iran saat konflik dengan AS dan Israel makin memanas.

Tayang:
Tribun Video
STRATEGI - Tangkap layar video Ahmad Vahidi. Jenderal IRGC tersebut merupakan perancang strategi Iran dalam menghadapi AS. 

Ringkasan Berita:
  • Ahmad Vahidi disebut menjadi figur penting IRGC usai tewasnya Mohammad Pakpour.
  • Vahidi dikenal sebagai tokoh garis keras yang menolak kompromi dengan AS.
  • Namanya masuk daftar sanksi AS dan buronan Interpol terkait kasus bom Argentina 1994.
  • Pengamat menilai pengaruh Vahidi dapat memperumit negosiasi Iran dengan Washington.

 

SURYA.co.id – Nama Ahmad Vahidi kembali menjadi sorotan internasional di tengah memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sosok yang dikenal sebagai salah satu tokoh garis keras di tubuh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) itu disebut memainkan peran penting dalam menentukan arah kebijakan Teheran saat negosiasi perang berada di titik kritis.

Vahidi disebut mengambil peran strategis setelah pendahulunya, Mohammad Pakpour, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada hari pertama perang, 28 Februari 2026.

Pergantian figur di lingkar elite militer Iran itu dinilai memengaruhi dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah.

Selain dikenal sebagai mantan pejabat tinggi militer Iran, Vahidi juga menjadi figur kontroversial di mata Barat.

Ia dikenai sanksi oleh AS atas dugaan keterlibatan dalam penindakan protes domestik di Iran.

Namanya juga masuk daftar buronan Interpol terkait dugaan keterlibatan dalam pemboman pusat komunitas Yahudi di Buenos Aires, Argentina, pada 1994 yang menewaskan 85 orang.

TUTUP LAGI - Pasukan Garda Revolusi dalam sebuah peringatan penting di Iran beberapa waktu lalu. IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz gara-gara kelakukan Trump.
TUTUP LAGI - Pasukan Garda Revolusi dalam sebuah peringatan penting di Iran beberapa waktu lalu. IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz gara-gara kelakukan Trump. (IRGC/WANA (West Asia News Agency)/Handout)

Di tengah situasi geopolitik yang semakin panas, sejumlah pengamat menilai kehadiran Vahidi memperkuat posisi kelompok garis keras di Teheran.

Meski demikian, para analis menyebut keputusan strategis Iran tetap dibuat secara kolektif oleh elite pemerintahan dan militer.

“Dia berpengaruh, tetapi (dia) bagian dari sebuah sistem,” kata Ali Vaez, direktur proyek Iran di International Crisis Group, dikutip SURYA.co.id dari CNN, Sabtu (23/5/2026).

“Keputusan dibuat secara konsensual dan tidak diragukan lagi Vahidi memiliki suara yang sangat lantang di ruangan itu.”

Baca juga: Penyebab Militer Iran Pulih dengan Cepat Usai Diserang Habis-habisan AS-Israel, Ada Peran 2 Negara?

Ahmad Vahidi Disebut Lebih Radikal dari Pendahulunya

Sejumlah pengamat menilai Ahmad Vahidi memiliki pendekatan yang lebih keras dibandingkan Mohammad Pakpour.

Di bawah pengaruh kelompok elite IRGC, Iran disebut mulai mengambil langkah yang lebih agresif, termasuk memperketat kontrol terhadap jalur perdagangan minyak strategis dunia.

Para ahli menyebut sejak perang Iran dimulai, Teheran dipimpin oleh kelompok kecil tokoh IRGC yang berasal dari generasi perang Iran-Irak era 1980-an.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved