Kamis, 7 Mei 2026

Perang Iran Israel

Imbas Sikap Plin-plan Trump Terkait Perang Iran, Analis Sebut Kini Ada 2 Perang yang Terjadi

Sikap Donald Trump ke Iran berubah cepat. Pakar sebut ini strategi “chaos” untuk tekan lawan, efektif tapi berisiko picu perang.

Tayang:
Youtube Fox News
BERUBAH - Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato di hadapan para anggota Knesset di Israel pada Senin (13/10/2025) lalu. Sikap Trump terkait perang Iran jadi sorotan karena delilah berubah-ubah alias plin-plan. 

Penutupan ini menjadi “sumbu pendek” yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dalam hitungan jam.

“Oleh karena itu, mulai malam ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga blokade tersebut dicabut," ungkap IRGC dalam keterangan resminya, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera, IRGC menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah Amerika Serikat dinilai tidak mematuhi komitmen gencatan senjata.

Negara yang dipimpin Donald Trump tersebut disebut tetap memberlakukan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran, meski jalur pelayaran sempat dibuka.

Iran menilai kebijakan itu sebagai bentuk tekanan sepihak yang mengancam kedaulatan dan stabilitas kawasan.

“Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh bergerak dari titik labuhnya di Teluk Persia dan Laut Oman, dan mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh, serta kapal yang melanggar akan menjadi sasaran,” lanjut pernyataan tersebut.

IRGC juga menegaskan kontrol penuh atas informasi navigasi di kawasan:

“Kami juga menginformasikan kepada seluruh kapal dan pemiliknya untuk hanya mengikuti informasi dari otoritas resmi Angkatan Laut IRGC melalui Channel 16."

"Dan pernyataan Presiden AS yang bersifat provokatif terkait Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak memiliki kredibilitas,” demikian penutup pernyataan tersebut.

Situasi di lapangan pun kembali mencekam.

Armada militer Iran dilaporkan bersiaga di mulut selat, memperketat pengawasan terhadap setiap pergerakan kapal.

Perubahan sikap Iran terjadi begitu cepat.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka untuk kapal komersial.

Pernyataan itu disampaikan melalui X:

"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,"

Namun, sikap tersebut berubah drastis setelah pernyataan lanjutan dari Donald Trump yang menegaskan blokade tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan, termasuk soal program nuklir Iran.

Trump juga menyebut negosiasi akan berlanjut hingga akhir pekan dan memberi sinyal gencatan senjata yang berakhir pada Rabu (22/4/2026) kemungkinan tidak diperpanjang.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved