Kamis, 30 April 2026

Perang Iran Israel

Imbas Sikap Plin-plan Trump Terkait Perang Iran, Analis Sebut Kini Ada 2 Perang yang Terjadi

Sikap Donald Trump ke Iran berubah cepat. Pakar sebut ini strategi “chaos” untuk tekan lawan, efektif tapi berisiko picu perang.

Tayang:
Youtube Fox News
BERUBAH - Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato di hadapan para anggota Knesset di Israel pada Senin (13/10/2025) lalu. Sikap Trump terkait perang Iran jadi sorotan karena delilah berubah-ubah alias plin-plan. 

Pernyataan Trump yang agresif, mulai dari klaim melemahkan kekuatan militer Iran hingga penolakan gencatan senjata, berfungsi sebagai sinyal ancaman.

Namun, ketika tekanan dianggap cukup, ia membuka ruang kompromi.

Strategi ini membuat Iran berada dalam posisi sulit: apakah ancaman tersebut nyata atau sekadar gertakan?

Ketidakpastian ini justru menjadi alat tawar yang kuat bagi Washington.

Membuat Lawan Kehilangan Pijakan

AMUNISI HABIS -  Presiden AS, Donald Trump. Trump disebut kini kehabisan amunisi gara-gara serangan terhadap Iran. Stok rudalnya menipis.
AMUNISI HABIS - Presiden AS, Donald Trump. Trump disebut kini kehabisan amunisi gara-gara serangan terhadap Iran. Stok rudalnya menipis. (Surya.co.id)

Ketidakkonsistenan bukan sekadar gaya komunikasi, melainkan alat psikologis.

Seorang analis dalam laporan PBS menggambarkan situasi ini dengan tajam.

"Ada dua perang yang terjadi saat ini: satu perang di lapangan oleh militer, dan satu lagi perang di dalam pikiran Donald Trump." ujarnya, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Dengan mengubah posisi secara cepat, Trump menciptakan “kabut informasi” yang membuat lawan kesulitan memprediksi langkah berikutnya.

Dalam konteks konflik, kondisi ini bisa melumpuhkan proses pengambilan keputusan di pihak lawan.

Bahaya ‘Miscalculation’ di Teluk Persia

Namun, strategi chaos ini bukan tanpa risiko.

Lembaga seperti Chatham House dan Council on Foreign Relations memperingatkan bahwa ketidakpastian ekstrem justru bisa memicu kesalahan perhitungan (miscalculation).

Jika Iran merasa tidak punya kejelasan tentang niat AS, mereka bisa saja mengambil langkah pre-emptive sebagai bentuk pertahanan diri.

Ironisnya, tindakan ini justru dapat memicu perang besar yang sebelumnya ingin dihindari.

Pandangan serupa juga muncul dari pengamat di The Guardian:

"Trump adalah seorang penjudi, tapi dia bukan orang yang ingin bunuh diri"

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved