Perang Iran Israel
Imbas Sikap Plin-plan Trump Terkait Perang Iran, Analis Sebut Kini Ada 2 Perang yang Terjadi
Sikap Donald Trump ke Iran berubah cepat. Pakar sebut ini strategi “chaos” untuk tekan lawan, efektif tapi berisiko picu perang.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ringkasan Berita:
- Trump berubah sikap dalam 24 jam: dari ancaman ke perpanjangan gencatan
- Pakar nilai ini bagian dari Madman Theory untuk membingungkan lawan
- Strategi tekanan ala The Art of the Deal diterapkan dalam geopolitik
- Risiko besar: salah hitung bisa picu eskalasi konflik AS-Iran
SURYA.co.id – Dalam hitungan jam, dunia menyaksikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, beralih dari ancaman keras terhadap Iran menjadi keputusan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu.
Perubahan ini terjadi pada Selasa (21/4/2026), ketika Trump awalnya menyatakan tidak akan memperpanjang gencatan senjata, namun kemudian justru mengumumkan penundaan serangan. Pernyataan awal disampaikan dalam wawancara dengan Squawk Box di CNBC, sementara keputusan terbaru ia umumkan melalui Truth Social.
"Saya rasa mereka tidak punya pilihan," kata Trump.
"Kita telah melumpuhkan angkatan laut mereka, kita telah melumpuhkan angkatan udara mereka, kita telah melumpuhkan para pemimpin mereka," lanjutnya.
Trump bahkan menegaskan tidak ada ruang untuk memperpanjang gencatan senjata.
"Saya tidak ingin melakukan itu (gencatan senjata)," tegasnya.
Namun beberapa jam kemudian, sikap itu berubah total.
Mengutip Axios, Trump memperpanjang gencatan senjata atas permintaan mediator Pakistan, yakni Kepala Militer Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, kami diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu," tulis Trump.
Gencatan senjata, lanjutnya, akan berlangsung hingga proposal Iran diajukan dan diskusi selesai.
Bagi sebagian publik, ini terlihat seperti kebingungan kebijakan.
Namun bagi banyak analis geopolitik, pola ini justru mencerminkan strategi yang disengaja, sebuah pendekatan yang dikenal sebagai Madman Theory.
‘The Art of the Deal’ di Medan Perang
Untuk memahami langkah Trump, banyak pengamat mengaitkannya dengan gaya negosiasi yang ia populerkan sejak lama, termasuk dalam bukunya The Art of the Deal.
Dalam pendekatan ini, tekanan maksimum diberikan di awal untuk membuat lawan merasa tidak punya pilihan selain menerima kesepakatan.
Baca juga: Imbas Trump Umumkan Perpanjangan Gencatan Senjata Tapi Blokir Berlanjut, Militer Iran Siaga Penuh
Multiangle
Meaningful
Donald Trump
perang Iran-Israel
Amerika Serikat
Iran
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Rekam Jejak Menlu Sugiono yang Tegas Tolak Pungutan Lintasi Selat Hormuz, 2 Kapal Pertamina Tertahan |
|
|---|
| AS Isi Ulang Amunisi Saat Gencatan Senjata, Trump Nyatakan Siap Hajar Iran Jika Negosiasi Buntu |
|
|---|
| 3 Alasan Tersembunyi Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas, Benarkah untuk Perdamaian? |
|
|---|
| Alasan Trump Berubah Pikiran Soal Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Padahal Sebelumnya Ogah |
|
|---|
| Detik-Detik Iran Tahan Kapal Israel MSC Francesca di Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Imbas-Sikap-Plin-plan-Trump-Terkait-Perang-Iran-Analis-Sebut-Kini-Ada-2-Perang-yang-Terjadi.jpg)