LPG Non Subsidi Naik, Pemprov Jatim Tegaskan Stok Aman dan Terkendali
Pemprov Jatim pastikan stok LPG aman, kenaikan harga dipicu faktor distribusi
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Pemprov Jatim pastikan stok LPG subsidi dan nonsubsidi tetap aman
- Kenaikan harga disebut dipicu biaya distribusi di lapangan
- Pemerintah awasi agar LPG subsidi tepat sasaran
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Aftabuddin Rijaluzzaman, menegaskan bahwa ketersediaan LPG, baik subsidi maupun nonsubsidi, di wilayah Jawa Timur saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Bersama Pertamina, pihaknya memastikan bahwa tidak ada gangguan signifikan pada pasokan, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak panik ataupun melakukan pembelian berlebihan.
Menurut Aftabuddin, apabila ditemukan adanya kenaikan harga atau kelangkaan LPG di sejumlah titik, hal tersebut lebih disebabkan oleh faktor distribusi bukan karena kekurangan stok di tingkat provinsi.
Pemicu Terjadinya Perbedaan Harga di Lapangan
Ia menjelaskan bahwa biaya transportasi dan ongkos angkut dari pangkalan ke tingkat pengecer sering kali menjadi pemicu terjadinya perbedaan harga di lapangan.
“Untuk LPG di Jawa Timur saat ini secara stok aman. Kalau terjadi peningkatan harga di beberapa titik, biasanya itu dipengaruhi oleh biaya transportasi atau ongkos distribusi dari pangkalan hingga ke pengecer,” tegas Aftabuddin, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Harga Elpiji Non Subsidi Naik, Stok dan Penjualan LPG di Gresik Berjalan Normal
Ia menambahkan bahwa kondisi geografis Jawa Timur yang beragam, termasuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil, turut memengaruhi biaya distribusi tersebut.
Di wilayah-wilayah tertentu, akses yang terbatas membuat ongkos logistik menjadi lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa Pertamina terus berupaya menjaga stabilitas pasokan agar tetap aman dan harga tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Seperti di daerah kepulauan atau wilayah tertentu yang aksesnya lebih sulit. Namun yang jelas, Pertamina terus berkomitmen menjaga stok LPG agar tetap tersedia dan terjangkau,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Aftabuddin juga mengakui adanya kekhawatiran terkait peralihan penggunaan LPG nonsubsidi ukuran 12 kilogram ke LPG subsidi 3 kilogram.
Baca juga: Harga Tabung LPG Non Subsidi Naik, Pengusaha Kafe dan Resto di Jawa Timur Kelimpungan
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah memiliki regulasi yang jelas terkait penggunaan LPG bersubsidi, sehingga tidak semua kalangan diperbolehkan mengaksesnya.
“Kami memahami ada kekhawatiran soal peralihan dari LPG 12 kilogram ke 3 kilogram. Namun hal itu sudah diatur dalam regulasi yang tegas. LPG 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Sebagai pengawasan. Dinas ESDM Jawa Timur membentuk tim untuk terus melakukan monitoring di lapangan. Langkah ini dilakukan guna mencegah penyalahgunaan LPG subsidi sekaligus menjaga distribusi tetap tepat sasaran.
“Tim kita sudah ada untuk monitoring itu semua,” pungkasnya.
LPG naik
kelangkaan LPG
LPG bersubsidi
LPG non subsidi
Pasokan LPG
harga LPG naik
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Meaningful
| Rumah Warga Lamongan Terbakar, Polisi Selamatkan Emas dan Gabah dari Puing |
|
|---|
| Beladiri Taktis untuk Lindungi Perempuan Surabaya, Rini Indriyani Gandeng Perwosi dan KONI Surabaya |
|
|---|
| Coway Hadirkan Solusi Udara Bersih di Rumah Lewat Squarebig dan Squarefit |
|
|---|
| Kronologi Truk Tabrak Xpander di Perak Timur Surabaya, Sopir Kurang Konsentrasi |
|
|---|
| Donald Trump Ancam Bom Jika Tidak Ada Kesepakatan, Iran Siaga Tempur dan Pastikan Balas Serangan AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PANGKALAN-ELPIJI-LPG-GRESIK.jpg)