Rabu, 22 April 2026

Harga Elpiji Non Subsidi Naik, Stok dan Penjualan LPG di Gresik Berjalan Normal

Stok elpiji atau LPG 12 kg terpantau aman di Kabupaten Gresik sejak harga elpiji non subsidi mengalami kenaikan.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Willy Abraham
LPG NAIK - Suasana di pangkalan elpiji di Jalan Akim Kayat, Gresik, Selasa (21/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Stok elpiji atau LPG 12 kg terpantau aman di Kabupaten Gresik sejak harga elpiji non subsidi mengalami kenaikan.
  • Meksi mengalami kenaikan harga dan memunculkan keluhan pelanggan, penjualan LPG non subsidi di Gresik masih berjalan normal.
  • Peningkatan pembelian LPG subsidi 3 Kg, imbas kenaikan LPG non subsidi juga disebutkan masih belum terlihat

 

SURYA.CO.ID, GRESIK  - Stok elpiji atau LPG 12 kg terpantau aman di Kabupaten Gresik sejak harga elpiji non subsidi  mengalami kenaikan .

Stok LPG non subsidi yang terlihat masih berlimpah,salah satunya di pangkalan elpiji di Jalan Akim Kayat Gresik

Di pangkalan elpiji ini, stok tabung elpiji 12 kg masih tertata rapi, begitu juga stok tabung 5,5 kg dan tabung 50 kg.

Elpiji 12 kg selama ini banyak digunakan oleh rumah makan, dapur SPPG untuk memasak MBG, restoran, dan katering.

Baca juga: Pengusaha di Sidoarjo Mulai Tertarik CNG saat Harga LPG Nonsubsidi Naik

 

Penjualan Masih Normal

"Sampai saat ini stok elpiji non subsidi masih aman, masih ada dan tersedia," ujar Thoriqi Fajerin selaku agen elpiji.

Disinggung apakah adanya peningkatan pembelian LPG subsidi 3 Kg, imbas kenaikan LPG non subsidi, ia memastikan pembelian relatif aman.

"Pembelian relatif aman, dibanding setelah ada kenaikan relatif sama seperti biasa," jelasnya.

Salah satu pembeli LPG non subsidi, Putri mengaku pusing dengan kenaikan harga.

"Membuat pusing, harganya naik drastis, kalau terdampak perang ya biar saja, tidak usah terdampak di Indonesia," keluhnya.

Harga baru LPG Non Subsidi :

  • Harga LPG 5,5 Kg  yang semula harganya Rp 90 ribu menjadi Rp 110 ribu.
  • Harga LPG 12 kg dari Rp 190 ribu menjadi Rp 228 ribu.
  • Harga LPG 50 Kg  yang semula Rp 900 ribu menjadi Rp 1.010.000.

Baca juga: Harga Tabung LPG Non Subsidi Naik, Pengusaha Kafe dan Resto di Jawa Timur Kelimpungan

 

Pertamina Tambah Produksi

Sebelumnya, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan telah menambah produksi LPG untuk mendukung stok di Jatim.

Upaya penambahan stok LPG salah satunya dengan mengubah konfigurasi produksi di kilang PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban agar menghasilkan LPG lebih banyak. 

Perubahan konfigurasi ini mulai diterapkan sejak akhir Maret 2026 dan sudah berjalan penuh mulai awal April.

Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus merinci produksi LPG di kilang TPPI Tuban yang awalnya sekitar 20 persen, kini meningkat setelah konfigurasi diubah menjadi sekitar 45 persen.

“Tadinya LPG sekitar 20 persen, sekarang sudah naik menjadi sekitar 45 persen,” bebernya.

Baca juga: Harga LPG Melonjak Tajam, Warga Mulai Beralih ke 3 Kg, Ancaman Baru Distribusi Muncul

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved