Kamis, 30 April 2026

Lebaran 2026

Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar Kamis 19 Maret 2026, Berpotesi Tak Sama 

Sidang Isbat Idul Fitri 1447 H digelar 19 Maret 2026, potensi perbedaan Lebaran muncul karena kriteria hilal belum memenuhi standar MABIMS.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Tribun Medan
SIDANG ISBAT - Foto petugas Tim Hisab OIF UMSU meneropong posisi hilal (bulan) di Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Selasa (17/2/2026) untuk ilustrasi artikel Sidang Isbat 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kemenag akan menggelar Sidang Isbat pada 19 Maret 2026 dengan pemantauan hilal di 117 titik seluruh Indonesia.
  • Secara hisab, posisi hilal belum memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS sehingga berpotensi tidak terlihat.
  • Muhammadiyah menetapkan Lebaran 20 Maret 2026, sementara pemerintah berpotensi menetapkan 21 Maret 2026.

 

SURYA.CO.ID - Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1447 H akan digelar Kementerian Agama RI pada Kamis, 19 Maret 2026.

Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam, Abu Rokhman, menegaskan agar umat Islam tetap tenang dan menunggu keputusan resmi pemerintah.

“Umat Islam diharapkan tetap tenang dan menunggu keputusan pemerintah dalam sidang Isbat 19 Maret besok,” ujarnya kepada Kompas.com (18/3/2026).

Pemantauan hilal dilakukan di 117 titik dari Papua hingga Aceh.

Dikutip SURYA dari Kompas.com, menurut data hisab Kemenag, posisi bulan pada hari rukyat berada di atas ufuk antara 0°57’27’’ hingga 3°07’52’’, dengan sudut elongasi 4°32’40’’ hingga 6°06’11’’.  

Namun, menurut standar MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura), kriteria imkan rukyat mensyaratkan tinggi bulan minimal 3° Elongasi minimal 6,4°.

“Kalau kriteria imkan rukyat versi MABIMS itu elongasinya minimal 6,4 derajat. Jadi kalau berdasarkan kriteria visibilitas hilal MABIMS, memang masih belum memungkinkan untuk bisa dilihat,” ungkap Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat (9/3/2026).

Potensi Perbedaan Penetapan Lebaran

Perbedaan penetapan Idul Fitri 2026 berpotensi terjadi:

  • Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.
  • Pemerintah (MABIMS) kemungkinan menetapkan Idul Fitri pada 21 Maret 2026.  

Abu Rokhman mengingatkan agar masyarakat menghargai perbedaan metode rukyat (pengamatan) dan hisab (perhitungan). “Umat Islam juga diimbau bersikap dewasa dalam menyikapi, seandainya terjadi perbedaan Idul Fitri 1447 Hijriah,” tegasnya.

Sebagai informasi, sidang Isbat bukan hanya forum penetapan Lebaran, tetapi juga ruang edukasi tentang ilmu falak.  

  • Seminar astronomi sebelum sidang membuka wawasan masyarakat tentang perhitungan posisi bulan.
  • Perbedaan hasil rukyat dan hisab menunjukkan bagaimana tradisi dan sains berjalan berdampingan.
  • Diskusi publik ini memperkuat literasi umat tentang imkan rukyat, sehingga masyarakat memahami dasar ilmiah di balik keputusan pemerintah.

Baca juga: Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 H, BRIN Prediksi Lebaran 2026 Tak Serentak

 

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved