Daftar 8 Obat Yang Sering Dipalsukan, BPOM Ungkap Ada Viagra Hingga Ponstan
Pelaku dapat dijerat pidana penjara hingga 12 tahun denda maksimal Rp5 miliar
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Obat palsu tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.
- Obat palsu merupakan salah satu ancaman terbesar dalam sistem kesehatan
- Pelaku dapat dijerat pidana penjara hingga 12 tahun denda maksimal Rp5 miliar, sesuai UU Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Kesehatan.
SURYA.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) kembali mengingatkan masyarakat terkait bahaya peredaran obat palsu yang masih marak ditemukan di Indonesia.
Terbaru, BPOM merilis daftar delapan jenis obat yang paling sering dipalsukan, berdasarkan hasil pengawasan dan temuan di lapangan.
Temuan ini menjadi alarm serius karena obat palsu tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menegaskan bahwa obat palsu merupakan salah satu ancaman terbesar dalam sistem kesehatan.
Pasalnya, kandungan dalam obat palsu tidak dapat dipastikan keamanan maupun khasiatnya.
Baca juga: Daftar 32 Obat Herbal Ilegal Dari Pil Pelangsing Hingga Penambah Stamina Pria, Ada Bahan Kimia
“Obat palsu bisa mengandung bahan yang tidak tepat, terlalu banyak atau terlalu sedikit, bahkan bisa tidak mengandung zat aktif sama sekali. Lebih berbahaya lagi, obat palsu bisa mengandung zat lain yang membahayakan kesehatan,” ujar Taruna dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/12/2025).
Daftar 8 Obat yang Paling Sering Dipalsukan:
1. Viagra
2. Cialis
3. Ventolin Inhaler
4. Dermovate
5. Ponstan
6. Tramadol Hydrochloride
7. Hexymer
8. Trihexyphenidyl Hydrochloride
Taruna menjelaskan, peredaran obat palsu berisiko menyebabkan berbagai dampak serius, mulai dari keracunan, kegagalan terapi, resistansi obat, hingga risiko kematian. Selain itu, penggunaan obat palsu juga dapat memicu ketergantungan dan pola konsumsi obat yang tidak aman.
Tak hanya berdampak pada kesehatan individu, peredaran obat palsu juga berpengaruh luas terhadap sistem kesehatan nasional.
Mulai dari meningkatnya biaya pengobatan, menurunnya produktivitas masyarakat, hingga merosotnya kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.
Upaya Pencegahan
Sebagai upaya pencegahan dan edukasi, BPOM kini menghadirkan Kanal Komunikasi Risiko Obat Palsu, yang berisi informasi lengkap terkait temuan obat palsu di Indonesia.
Dalam kanal tersebut, masyarakat dapat mengakses identitas dan foto obat palsu, modus peredaran, dampak kesehatan yang ditimbulkan serta langkah penindakan yang telah dilakukan BPOM.
Kanal ini dapat diakses melalui website resmi BPOM serta kanal media sosial resmi BPOM, sehingga masyarakat bisa lebih mudah mengenali dan menghindari obat palsu.
BPOM
daftar obat yang sering dipalsukan
awas obat palsu
Meaningful
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
| KEK Gresik JIIPE Melalui Gotong Royong Sejumlah Perusahaan Bagikan Hewan Qurban ke Masyarakat |
|
|---|
| Penyebab Negosiasi AS dan Iran Berjalan Alot, Mojtaba Khamenei Disebut Masih Sembunyi Sejak Serangan |
|
|---|
| GWM Unjuk Gigi di Surabaya, Mobil Hybrid Diesel Premium hingga EV Futuristik |
|
|---|
| Kabar Duka di Tanah Suci, Jamaah Haji Tulungagung Wafat Setelah Wukuf Bersama Sang Istri |
|
|---|
| Toyota Perkuat Mobil Hybrid di Surabaya, Yaris Cross dan Alphard Baru Jadi Sorotan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-obat-untuk-pasien-positif-covid-19.jpg)