Berita Viral

Tetangga Kaget Dwi Hartono Jadi Tersangka Pembunuhan Bos Bank Plat Merah, Sosok Aslinya Terungkap

Sosok Dwi Hartono, tersangka otak pembunuhan bos bank plat merah di Jakarta masih jadi sorotan. Terungkap sosok aslinya.

Kolase instagram Dwi Hartono dan Kompas.com
SOSOK DWI HARTONO - Penampakan kondisi kediaman Dwi Hartono (kanan), otak penculikan dan pembunuhan Kacab Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta. 

Melansir dari ANTARA, salah satu nama yang menyeruak kala itu adalah Dwi Hartono, mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2004, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Semarang.

Baca juga: Ternyata Dwi Hartono Otak Pembunuhan Bos Bank Plat Merah Seorang Calon Magister, UGM Bersikap Tegas

Modus yang dijalankan cukup terstruktur. Sejak 2006, Dwi mendirikan bimbingan belajar dengan nama “Smart Solution”.

Melalui brosur, ia menawarkan jalan pintas masuk ke sejumlah program studi populer seperti kedokteran, kebidanan, keperawatan, farmasi, hingga akuntansi.

Janjinya jelas, “pasti diterima.” 

Untuk melancarkan aksi, Dwi melakukan perubahan nilai rapor dan memalsukan ijazah para calon mahasiswa.

Bahkan, ia mengubah latar belakang jurusan dari IPS menjadi IPA. Dari setiap orang yang tertarik, ia menerima bayaran mulai Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Kasus ini akhirnya terungkap setelah Dekan Fakultas Kedokteran Unissula saat itu, Taifuqurrachman, melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Proses hukum pun berjalan. Jaksa menjerat Dwi dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, serta dakwaan alternatif Pasal 263 ayat (2) tentang pemalsuan surat dan pembuatan dokumen palsu.

Namun, sidang memutuskan vonis yang lebih ringan dibanding tuntutan jaksa.

Majelis Hakim menjatuhkan hukuman enam bulan penjara, sementara jaksa sebelumnya menuntut satu tahun.

Pertimbangan hakim didasari beberapa hal: terdakwa telah mengakui perbuatannya, menyesali kesalahan, dan diketahui sebagai tulang punggung keluarga. 

Selain itu, adanya surat pernyataan maaf dari pihak Unissula yang ditandatangani Rektor saat itu, Laode M. Kamaluddin, turut meringankan vonis.

Kasus ini menjadi salah satu catatan penting dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus peringatan tentang bahaya praktik kecurangan akademik yang dapat merusak integritas institusi pendidikan.

Ternyata Calon Magister di UGM

Dwi Hartono, tersangka otak pembunuhan bos bank plat merah di Jakarta, Muhammad Ilham Pradita (38), ternyata berpendidikan tinggi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved