Berita Viral

Inikah Motif Dwi Hartono Tersangka Pembunuhan Bos Bank Plat Merah? Susno Duadji Bantah Gegara Kredit

Dwi Hartono, salah satu tersangka penculikan dan pembunuhan bos bank plat merah, Mohamad Ilham Pradipta. Inikah motifnya?

kolase instagram Dwi Hartono
MOTIF DWI HARTONO - Kolase foto Dwi Hartono, Tersangka Pembunuhan Bos Bank Plat Merah. Apa motifnya? 

Selain yayasan, Dwi juga mendirikan Guruku.com, aplikasi pendidikan digital di bawah PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (PT DAI). 

Platform ini menyasar pelajar di daerah tier 2 hingga tier 4 dengan kuota internet minim dan harga terjangkau. 

Layanan Guruku tak hanya berisi materi pembelajaran, tapi juga pelatihan bisnis, pengembangan UMKM, hingga peningkatan soft skill. 

Dengan slogannya “kolaborasi dengan semua pihak”, aplikasi ini ingin memperluas akses pendidikan digital di Indonesia. 

Selain Guruku, Dwi tercatat memiliki PT Hartono Mandiri Makmur, marketplace yang beralamat di kawasan Kota Wisata Cibubur, Kabupaten Bogor.

Dwi Hartono ternyata pernah berambisi maju dalam kontestasi politik sebagai calon bupati Tebo, Jambi.

"Ya, dulu dia mau maju bupati, tapi dia diminta jadi nomor dua (wakil bupati), jadi batal, karena dari awal dia mau nomor satu (bupati)," kata Jay Saragih, warga sekaligus aktivis Tebo, dilansir dari Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

Jay menjelaskan, dorongan Dwi untuk mencalonkan diri kala itu juga datang dari masyarakat yang mengenalnya sebagai pribadi dermawan.

Ia disebut sering menolong warga, mengundang penyanyi dangdut dari Jakarta, hingga memberikan fasilitas desa berupa satu unit mobil ambulans.

"Jadi, warga pun memang sebenarnya dulu itu berharap dia maju jadi bupati, bukan wakil, kan dia dikenal sebagai dermawan di sini. Jadi dia mundur," tambah Jay.

Jay mengaku terkejut ketika mendengar Dwi dikaitkan dengan kasus penculikan dan pembunuhan tersebut.

Menurutnya, Dwi dikenal sebagai pengusaha sukses di Desa Tirta Kencana Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Selain memiliki bisnis besar, Dwi juga kerap menjadi penyokong dana reuni SMA dan bahkan menghadirkan artis dangdut nasional untuk memeriahkan acara itu.

"Kalau ada alumni (reuni), dia jadi panitia, dialah yang mendatangkan artis-artis itu," ujar Jay.

Dwi juga dikenal sebagai sosok motivator dengan latar belakang keluarga yang sudah lama terjun di dunia usaha di Tebo.

Salah satu grosir terbesar di Pasar Rimbo Bujang juga diketahui milik keluarganya.

"Yang merantau cuman dia, orang tua, adik-adiknya di sini (Tebo) semualah, buka toko-toko besar," tutur Jay.

Dwi Hartono sempat mengungkapkan keinginannya membeli helikopter dan membangun helipad di kampung halamannya pada 2021 silam.

Hal itu dilakukan untuk memudahkan dia pulang pergi mengunjungi orangtuanya di Jambi. 

Helipad itu akan dibangun di lahan seluas sekitar 4 hektare yang berada di Jalan Sapat, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, tepat di depan rumah orang tuanya.

Lahan tersebut saat ini merupakan kebun karet produktif milik warga.

Namun, rencana itu kandas setelah pemilik lahan enggan menjual kebunnya. 

Kepala Dusun Jati Makmur, Rahmat Widodo, membenarkan kabar pembatalan pembangunan helipad tersebut.

“Kabar terakhir tidak jadi pembangunan helipad, terkendala izin lokasi pembangunan,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Menurutnya, pada awalnya Dwi Hartono sudah melakukan negosiasi dengan pemilik lahan, bahkan sempat ada wacana pembangunan alun-alun di lokasi yang sama. 

Tetapi rencana itu akhirnya dibatalkan karena pemilik lahan tetap tidak memberikan izin.

“Yang punya lahan tidak mengizinkan dengan alasan tertentu,” jelasnya.

Kini, lahan kebun karet tersebut tetap difungsikan oleh pemilik sebagai sumber penghidupan sehari-hari.

>>>Update berita terkini di Googlenews Surya.co.id

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved