Lapsus Musim Kemarau 2026 Di Jatim
Antisipasi El Nino, Pemprov Jatim Gaspol Mitigasi Kekeringan
Pemprov Jatim siapkan mitigasi kekeringan dan karhutla demi jaga produksi pertanian.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
Strategi penanganan kekeringan dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni pemenuhan kebutuhan air untuk masyarakat sehari-hari serta kebutuhan air untuk sektor pertanian.
Baca juga: Monitoring Pompanisasi di Lamongan, Dirjen Sarpras Kementan : Petani Produktif saat El Nino
“Kita membagi dalam dua kategori, yaitu air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat dan air untuk pertanian. Keduanya harus dipastikan terpenuhi dengan baik,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari langkah antisipatif yang terukur, Pemprov Jawa Timur juga tengah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah sentra produksi padi, khususnya 10 besar produsen padi di Jawa Timur, sebagai dasar penyusunan plan of action yang lebih detail dan tepat sasaran.
"Saat rakor bersama BNPB disampaikan daftar peta yang sangat komprehensif sehingga bisa menjadi panduan bagi Pemprov Jawa Timur melakukan plan of action secara detail dan terukur," jelasnya.
Khofifah menegaskan, Jawa Timur optimis akan terus menjaga perannya sebagai lumbung pangan nasional. Dengan tegas ia menargetkan Indeks Pertanaman (IP) padi ditargetkan tidak mengalami penurunan.
"Indeks Pertanaman padi di Jawa Timur dimaksimalkan tidak turun karena bagian dari lumbung pangan nasional sekaligus produksi padi dan beras Jatim tetap menjadi andalan Indonesia," katanya.
Baca juga: El Nino Godzilla Mengancam, Tulungagung Siapkan Pompa Irigasi Bagi Petani
"Oleh karena itu, September nanti saat musim tanam kita berharap indeks pertanaman Jawa Timur 2,7 tapi ada daerah yang 3,5 seperti Ngawi," tuturnya menambahkan.
Selain sektor pertanian, Gubernur Khofifah mengatakan kekeringan bukan hanya persoalan ketersediaan air, tetapi juga menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketika sumber air menurun dan vegetasi mengering, maka lahan menjadi sangat mudah terbakar dan menciptakan siklus bencana yang saling memperparah.
"Karena kekeringan dapat memicu kebakaran, dan kebakaran memperburuk kerusakan lingkungan serta menurunkan daya dukung ekosistem ke depan," ucapnya.
Berkaitan dengan penanganan karhutla dan kekeringan tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan strategi terpadu.
Strategi ini akan dilakukan secara kolaboratif lintas sektor dan sinergi instansi kunci, antara lain BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, DLH serta perangkat daerah lainnya.
Strategi penanganan karhutla tersebut antara lain pencegahan dini melalui sistem peringatan dini atau early warning system (EWS), respon cepat melalui operasi darat dan udara, pemulihan pasca-bencana melalui rehabilitasi lahan dan penegakan hukum yang tegas.
"Kolaborasi dan sinergi untuk antisipasi dampak bencana kemarau, kekeringan dan karhutla harus terus dikoordinasikan dan dikomunikasikan," pungkas Khofifah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/air-bersih-kekeringan-Bondowoso.jpg)