Sekolah Rakyat di Jawa Timur
Rekrutmen Calon Siswa Pakai Skema Jemput Bola, Guru Sekolah Rakyat Siap Anti Titipan
Para Guru di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Unesa Surabaya, menyambut positif skema jemput bola
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Guru SRMA 21 Unesa Surabaya menyambut positif skema jemput bola penerimaan siswa baru agar tepat sasaran bagi anak keluarga miskin (desil 1–2).
- Metode ini dinilai mampu menghapus praktik titipan dan intervensi, karena berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui pendamping PKH.
- Sekolah menegaskan tujuan utama program adalah memutus rantai kemiskinan dengan memberi akses pendidikan gratis bagi siswa yang membutuhkan.
SURYA.co.id, SURABAYA - Para Guru di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Unesa Surabaya, menyambut positif skema jemput bola, yang diterapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Metode tersebut diterapkan dalam proses penerimaan calon siswa siswi baru Sekolah Rakyat, menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Solusi Agar Tepat Sasaran
Staf Humas sekaligus Guru Biologi SRMA 21 Unesa Surabaya, Ade Winta Sri Lestari, mengatakan, langkah jemput bola bisa menjadi solusi, agar penerima manfaat dari salah satu Program Strategis Nasional (PSN), tepat sasaran.
Baca juga: Rekrutmen Jemput Bola Sekolah Rakyat, Pakar Pendidikan Unair : Perlu Perbaikan Data
“Harus berasal dari anak keluarga desil 1 desil 2. Selain dapat dirasakan langsung oleh anak anak yang ingin berniat sekolah, juga efektif mengentaskan kemiskinan,” ujar Ade Winta, ditemui SURYA.co.id di Gedung Laboratorium Anti Doping, Lantai 3-4, Kampus 2 UNESA Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Kamis (23/4/2026) pukul 12.30 WIB.
Sebelum adanya jemput bola, pihaknya mengaku kerap menerima pesan langsung dari belasan orang tua di akun resmi media sosial.
“Banyak yang bertanya kepada kami terkait sistematika pendaftaran murid Sekolah Rakyat. Antusias mereka tinggi. Maka dari itu, harapannya tidak hanya jemput bola, tapi juga rekrutmen terbuka,” ungkapnya.
Hapus Pandangan Tentang Titipan dan Intervensi
Ia menilai, upaya jemput bola dapat menghapus pandangan negatif masyarakat, akan praktik titipan maupun intervensi dalam proses seleksi murid baru Sekolah Rakyat.
“Kami setuju dengan statement Pak Menteri, karena kalau sudah ada titip titipan takutnya yang dapat kursi bukan anak dari keluarga miskin. Dampaknya dikhawatirkan tidak mampu beradaptasi, akhirnya mengundurkan diri,” terangnya.
Jemput Bola Berdasarkan DTSEN
Menurutnya, Dinas Sosial melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), jemput bola berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Para PKH menaungi keluarga dari Desil 1 Desil 2, yang juga menerima bantuan dari Kemensos. Kemudian ketika dari penerima PKH memiliki anak akan masuk SMA, atau mungkin putus sekolah karena tidak mampu membayar, nanti akan didata,” paparnya.
Dirinya menjelaskan, setelah didata oleh petugas, kemudian akan ditindaklanjuti diarahkan masuk ke Sekolah Rakyat.
Selanjutnya, apabila nanti ada kandidat calon siswa, maka akan berkoordinasi bersama pihak terkait.
“Kami lebih ke pengumpulan data, untuk pengurusan yang pertama pasti ada data pokok pendidikan atau Dapodik, itu wajib masuk karena kadang kendala kami ketika anak-anak sudah masuk, ternyata Dapodik mereka ganda karena sebelumnya di sekolah lama masih belum tercatat keluar sekolah,” jelasnya.
Siswa Siap Ikuti Aktivitas Pembelajaran
Ade Winta juga menuturkan, sebagian besar murid baru yang masuk ke Sekolah Rakyat pada awal semester, merupakan tamatan SMP, sehingga mereka sudah siap mengikuti aktivitas pembelajaran.
“Kami selaku pihak sekolah menerima siswa dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh Kemensos, karena Sekolah Rakyat ini tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan, jadi harus dari anak yang membutuhkan sekolah gratis, dari Desil 1 Desil 2,” tandas Ade Winta.
BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Rekrutmen Jemput Bola Sekolah Rakyat, Pakar Pendidikan Unair : Perlu Perbaikan Data |
|
|---|
| Cerita Siswa Sekolah Rakyat di Mojokerto : Motivasi Belajar Meningkat |
|
|---|
| Keterbatasan Ekonomi Tak Surutkan Siswa Sekolah Rakyat Lamongan untuk Gapai Cita-cita |
|
|---|
| Perjuangan Adaptasi Siswa Sekolah Rakyat di Surabaya, Abel Sempat Kabur 4 Kali Tapi Kini Jadi Betah |
|
|---|
| Dinsos Jatim: Februari Mulai Ground Check Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rekrutmen-calon-murid-baru-Sekolah-Rakyat-dengan-metode-jemput-bola.jpg)