Senin, 20 April 2026

WFH Pemprov Jatim

WFH ASN Jatim Hemat BBM? Pakar Unair: Konsumsi Energi Cuma Pindah ke Rumah

Pakar Unair sebut WFH ASN Jatim untuk hemat BBM belum tentu efektif. Beban energi diprediksi cuma pindah ke rumah tangga.

|
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
istimewa
NILAI KEBIJAKAN WFH ASN - Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya, Prof Dr Rossanto Dwi Handoyo SE., M.Si., Ph.D., menilai kebijakan work from home (WFH) bagi ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum tentu efektif menghemat BBM, karena konsumsi energi berpotensi berpindah dari sektor transportasi ke penggunaan listrik rumah tangga, Rabu (1/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pakar ekonomi Unair menilai kebijakan WFH ASN Jatim berpotensi hanya memindahkan beban energi dari BBM ke listrik rumah tangga.
  • Pemprov Jatim menetapkan WFH ASN setiap Rabu mulai April 2026 dengan target hemat BBM minimal 108 ribu liter per bulan.
  • Penghematan energi disarankan menggunakan skema menyeluruh, seperti penerapan 4 hari kerja seminggu agar penurunan emisi lebih nyata.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang ditujukan untuk menekan konsumsi BBM, dinilai belum tentu efektif sepenuhnya.

Pakar Ekonomi sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Prof Dr Rossanto Dwi Handoyo SE., M.Si., Ph.D., menilai kebijakan ini memang berpotensi mengurangi mobilitas. Namun, penghematan energi secara total masih diragukan.

Menurut Rossanto, penghematan BBM dari sektor transportasi, berpotensi besar digantikan oleh lonjakan konsumsi listrik rumah tangga selama ASN bekerja dari rumah.

Energi Cuma Pindah Tempat

Rossanto menegaskan, sistem WFH tidak membuat ASN berhenti menggunakan energi. Aktivitas kerja tetap berjalan menggunakan berbagai perangkat elektronik.

  • Peralihan Beban: Energi yang biasanya dipakai di kantor kini berpindah ke rumah tangga melalui penggunaan AC, laptop, hingga alat masak.
  • Pemilihan Hari WFH: Penerapan WFH di tengah pekan (Rabu) dinilai tepat. Jika mepet akhir pekan, justru memicu ASN bepergian dan menambah konsumsi BBM.
  • Ketergantungan Minyak Dunia: Saat harga minyak menembus 100 dolar AS per barel, beban subsidi membengkak. Penghematan harus dirancang menyeluruh.

"Kalau dilihat lebih luas, pengeluaran energi hanya berpindah dari kantor ke rumah," ujar Rossanto kepada SURYA.co.id, Rabu (1/4/2026).

Opsi Empat Hari Kerja dan Produktivitas

Rossanto juga menyoroti perlunya langkah yang lebih tegas, jika tujuan utama pemerintah adalah penghematan energi nasional.

Ia menyarankan skema empat hari kerja dalam sepekan. Dengan metode tersebut, aktivitas perkantoran benar-benar berkurang sehingga konsumsi energi dapat ditekan secara nyata.

Di sisi lain, wacana penggunaan sepeda bagi ASN dinilai belum tentu efektif, karena kendaraan bermotor di rumah tetap berpotensi dipakai oleh anggota keluarga yang lain.

"Produktivitas kerja di rumah tentu berbeda dengan di kantor. Di kantor ada interaksi langsung, koordinasi, dan networking yang mendukung kinerja birokrasi," jelasnya.

Kebijakan WFH Jatim

Sebagai informasi, Pemprov Jatim resmi memberlakukan sistem WFH bagi ASN setiap hari Rabu mulai awal April 2026. Kebijakan ini diklaim sebagai langkah strategis demi efisiensi energi dan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang sejalan dengan inisiatif pemerintah pusat.

Berdasarkan analisis Pemprov Jatim, kebijakan WFH di tengah pekan ini ditargetkan sanggup menghemat BBM hingga minimal 108.000 liter per bulan. Hari Rabu dipilih, untuk menghindari tren libur panjang atau long weekend yang rentan memicu ASN bepergian untuk rekreasi jika WFH diterapkan pada hari Jumat.

Imbauan dan Tips Selama WFH

Bagi ASN yang menjalankan tugas dari rumah, penting untuk tetap memperhatikan efisiensi energi agar tujuan kebijakan tidak menjadi bumerang. Berikut sejumlah langkah yang bisa diterapkan:

  • Batasi Penggunaan AC: Manfaatkan sirkulasi udara alami di rumah pada pagi hari. Jika harus menggunakan AC, atur suhu ideal agar tidak menguras listrik.
  • Fokus pada Jam Kerja: Selesaikan tugas secara efektif agar laptop dan perangkat elektronik lainnya tidak menyala terlalu lama di luar jam operasional.
  • Kurangi Mobilitas Non-Esensial: Hindari pemakaian kendaraan bermotor untuk urusan pribadi di luar pekerjaan selama jam WFH berlangsung.
Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved