Minggu, 10 Mei 2026

Mudik Lebaran 2026

1,69 Juta Orang Diprediksi Mudik dan Balik Lewat Selat Bali Selama Libur Lebaran 2026

Diperkirakan 1,691 juta penumpang akan mudik dan balik melalui penyeberangan Selat Bali pada Lebaran 2026.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Aflahul Abidin
PEMUDIK - Para pemudik keluar dari kapal fery di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (14/3/2026). Puncak arus mudik diprediksi mulai 16 hingga 18 Maret. 
Ringkasan Berita:
  • Diperkirakan 1,691 juta penumpang mudik-balik lewat Selat Bali pada Lebaran 2026, naik 4 persen dari tahun sebelumnya.
  • Puncak arus 16–18 Maret, dominasi sepeda motor dan mobil pribadi, kendaraan bus diprediksi naik 8 persen.
  • Penutupan Pelabuhan Gilimanuk saat Nyepi (19–20 Maret) ubah pola mudik, banyak pemudik pulang lebih awal untuk hindari kepadatan.

 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Diperkirakan 1,691 juta penumpang akan mudik dan balik melalui penyeberangan Selat Bali pada Lebaran 2026.

Puncak arus diprediksi terjadi 16–18 Maret, dengan dominasi kendaraan sepeda motor dan mobil pribadi, sebagaimana terlihat dari pantauan di Pelabuhan Ketapang, Sabtu (14/3/2026).

Selain kendaraan pribadi, terlihat cukup banyak bus dan kendaraan logistik berukuran sedang.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026: Arus Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Meningkat

Mayoritas kendaraan yang akan menyeberang ke Bali diparkir di area Pelabuhan Ketapang dan Dermaga Bulusan.

Belum terlihat adanya kepadatan yang berakibat pada antrean panjang di jalan raya luar pelabuhan.

Perkiraan Jumlah Pemudik saat Lebaran 2026


ASDP Cabang Ketapang memperkirakan, jumlah penumpang yang akan bergerak dari Bali ke Jawa selama arus mudik mencapai 876.439 orang. Jumlah tersebut naik 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 842.730 orang.

"Kami estimasi akan ada peningkatan 4 persen," kata GM ASDP Ketapang Arief Eko, Sabtu (14/3/2026).

Sementara jumlah kendaraan yang melintas untuk arah tersebut diprediksi naik sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 5 persen dari 227.220 unit pada Lebaran 2025 menjadi 237.553 unit pada Lebaran 2026.

Peningkatan tertinggi diprediksi terjadi pada kendaraan jenis bus sekitar 8 persen. Disusul sepeda motor 6 persen dan mobil pribadi 4 persen.

Pergerakan Pemudik dari Jawa ke Bali


Sementara pada arus balik, yaitu pergerakan warga dari Jawa menuju Bali, juga diperkirakan bakal meningkat sekitar 4 persen.

Yakni dari 783.809 orang pada Lebaran 2025 menjadi 815.161 orang pada 2026.

Pergerakan kendaraan saat arus balik diprakirakan bakal lebih tinggi.

Akan ada peningkatan sekitar 7 persen dari 199.813 menjadi 214.381 pada periode yang sama.

"Bus dan roda dua kami perkirakan ada kenaikan sekitar sama-sama 10 persen. Sementara kenaikan mobil pribadi sekitar 7 persen," lanjut dia.

Dengan demikian, Arief menjelaskan, pergerakan masyarakat yang mudik-balik melintasi penyeberangan Selat Bali akan berjumlah sekitar 1.691.600 orang pada 2026. 

Naik 4 persen dari periode sebelumnya yang berjumlah 1.626.539 orang.

Pergerakan Pemudik Berbeda dari Tahun Sebelumnya

Pergerakan pemudik pada tahun ini juga akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

Sebab Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA.

Pemudik dari Bali akan pulang ke Jawa sebelum penutupan berlangsung.

Arief menyebut, ditutupnya pelabuhan saat Hari Raya Nyepi mengubah pola puncak mudik dibanding 2025.

Apalagi pada tahun ini, penutupan tersebut berlangsung hingga H-1 Lebaran.

Hindari Penutupan saat Perayaan Nyepi

Para pemudik dari Bali tujuan Jawa memilih pulang lebih awal untuk menghindari kemacetan pada puncak arus mudik.

Penutupan saat Nyepi mengakibatkan pola kepulangan di kampung halaman berubah.

Cerita Para Pemudik Tujuan Jember

Doni, salah satu pemudik tujuan Jember, mengaku telah merencanakan kepulangan ke kampung halaman lebih awal sejak jauh-jauh hari.

"Kebetulan karena ada acara juga di Jember. Jadi pulang duluan," kata pria yang bekerja di daerah Nusa Dua itu, Sabtu.

Fatimah, pemudik lain yang juga hendak pulang ke Jember, mengatakan, penutupan pelabuhan saat Nyepi turut menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan jadwal mudik.

"Memang sudah direncanakan pulang hari ini," katanya.

Pantauan di lapangan, kepadatan para pemudik telah terlihat sejak Kamis (12/3/2026).

Pada hari itu, jumlah kendaraan pemudik mencapai 10.232 unit, naik sekitar 15 persen dibanding sehari sebelumnya. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved