Sabtu, 30 Mei 2026

Waspada Serangan Jantung Usia Muda, Anak Muda Sering Terjebak dalam Toxic Productivity

Kabar baiknya, risiko serangan jantung di usia muda dapat dicegah, mulai dari perubahan kecil yang dilakukan konsisten.

Tayang:
Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id
ILUSTRASI - Serangan jantung bisa terjadi pada kelompok usia muda 


SURYA.CO.ID - Begadang demi deadline, stres berkepanjangan, konsumsi kopi berlebihan, hingga kebiasaan merokok
sering dianggap wajar di usia muda.

Karena merasa masih fit, banyak orang tidak menyadari kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, yang tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tapi juga bisa terjadi di usia muda akibat gaya hidup tidak sehat.

Kondisi ini sering diawali gejala ringan seperti nyeri dada, jantung berdebar, cepat lelah, atau sesak saat beraktivitas.

Kondisi ini juga menjadi perhatian dr. Aron Husink, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, FSCAI, dari Mayapada Hospital Tangerang.

Ia mengatakan, “Anak muda sering terjebak dalam toxic productivity dan gaya hidup tidak sehat yang meningkatkan risiko serangan jantung, berkaitan dengan penyakit jantung koroner karena penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan plak. Risiko semakin tinggi bila disertai hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.”

 

Baca juga: Mayapada Hospital Surabaya Hadirkan Pusat Layanan Kardiovaskular Terpadu

 

Banyak dari anak muda masih menormalisasikan kebiasaan buruk tersebut di balik alasan produktivitas.

“Sering begadang dapat mengganggu keseimbangan hormon stres, tekanan darah, gula darah, dan
metabolisme lemak sehingga beban pada jantung dan pembuluh darah semakin besar,” jelasnya.

Kemudian, stres yang tidak dikelola dapat membuat tubuh terus berada dalam mode waspada.

“Dalam kondisi ini, detak jantung dan tekanan darah dapat meningkat sehingga jantung bekerja lebih keras dari
biasanya,” terang dr. Aron.

Kebiasaan merokok juga memperburuk kondisi jantung.

“Zat di dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan pembekuan darah, dan mempercepat terbentuknya plak. Pada orang muda yang tampak sehat sekalipun, kebiasaan merokok dapat membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami gangguan,” ungkap dr. Aron.

Dari kebiasaan tersebut, tubuh sering memberikan sinyal yang masih disepelekan anak muda.

“Waspadai keluhan nyeri dada seperti ditekan, tertindih, panas, atau menjalar ke lengan kiri, punggung, leher,
rahang, maupun ulu hati, disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, tubuh sangat lemas, atau
jantung berdebar tidak biasa,” terang dr. Aron.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved