Rabu, 10 Juni 2026

Bupati Jember Dukung Kepala BGN Baru, Optimistis MBG Berdampak Besar

Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut program MBG mampu menggerakkan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Diskominfo Jember
MBG - Bupati Jember, Muhammad Fawait dan Nanik Sudaryati Deyang, kini Kepala BGN, saat berada di becak listrik dalam momentum pembagian becak listrik di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Desember 2025. Pemkab Jember menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah. 

Ringkasan Berita:

SURYA.CO.ID, JEMBER - Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menyampaikan ucapan selamat kepada Nanik Sudaryati Deyang yang resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Gus Fawait, Nanik merupakan figur yang memiliki integritas kuat, serta rekam jejak yang baik dalam menjalankan amanah publik.

Ia optimistis kepemimpinan baru di BGN akan semakin memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim).

MBG Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui.

Lebih dari itu, program nasional tersebut dinilai mampu menciptakan efek ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat karena melibatkan petani, pelaku UMKM, distributor bahan pangan, hingga tenaga kerja lokal.

“Bagi kami di daerah, MBG adalah program yang dapat mendorong ekonomi daerah. Program ini juga memastikan bahwa produk-produk dari petani harganya bisa layak dan diserap oleh MBG,” ujar Gus Fawait, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, skema penyerapan bahan pangan lokal dalam program MBG membuka pasar baru yang stabil bagi petani, sekaligus memperkuat rantai ekonomi di pedesaan.

Harga Komoditas Lokal Mulai Menguat

Gus Fawait mengungkapkan, sejumlah komoditas unggulan Jember mulai merasakan dampak positif dari implementasi MBG. Salah satunya adalah jeruk, yang menjadi komoditas andalan di wilayah Jember Barat.

Peningkatan permintaan dari program MBG,disebut ikut mendorong kenaikan harga jual hasil pertanian, sehingga memberikan keuntungan lebih baik bagi petani.

Dampak tersebut tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga buruh tani dan pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok pangan.

“Dampak dari program MBG ini sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani dan buruh tani, karena memberikan efek positif yang signifikan bagi perekonomian,” kata Gus Fawait.

Dampak MBG bagi Ekonomi Jember

  • Meningkatkan serapan hasil pertanian lokal.
  • Menjaga stabilitas harga komoditas pangan.
  • Meningkatkan pendapatan petani dan buruh tani.
  • Membuka peluang usaha bagi UMKM lokal.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.
  • Memperkuat rantai pasok pangan daerah.

Potensi 400 Dapur MBG Putar Ekonomi Rp4,6 Triliun

Pemkab Jember memperkirakan, keberadaan sekitar 400 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya akan menjadi mesin penggerak ekonomi baru.

Jika seluruh dapur beroperasi optimal, potensi perputaran ekonomi yang tercipta diproyeksikan mencapai Rp4,6 triliun.

Nilai tersebut, berasal dari kebutuhan bahan pangan, distribusi logistik, tenaga kerja hingga aktivitas UMKM yang mendukung operasional program.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved