Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri, akan Tampung 1.080 Siswa
Sejumlah fasilitas yang ditinjau meliputi ruang kelas, asrama, hingga sarana penunjang lainnya.
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Sekolah Rakyat Kediri ditinjau Wali Kota Vinanda Prameswati, dibangun di lahan 52.537 m⊃2;, mampu menampung 1.080 siswa SD-SMA.
- Progres pembangunan sudah 64 persen, ditarget rampung 20 Juni 2026, dengan penekanan pada kualitas bangunan demi kenyamanan belajar.
- Akses pendidikan inklusif diprioritaskan bagi warga desil 1 dan 2, mendukung pemutusan rantai kemiskinan lewat pendidikan.
SURYA.co.id, KEDIRI - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turun langsung meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Senin (25/5/2026).
Hal ini sebagai wujud perhatian pemerintah kota terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Vinanda memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi para calon siswa.
Sejumlah fasilitas yang ditinjau meliputi ruang kelas, asrama, hingga sarana penunjang lainnya.
Pusat Pendidikan Inklusif Terbesar
Sekolah Rakyat tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 52.537 meter persegi dan dirancang menjadi salah satu pusat pendidikan inklusif terbesar di Kota Kediri.
Nantinya, sekolah tersebut mampu menampung hingga 1.080 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.
Baca juga: Perekrutan Siswa Sekolah Rakyat di Kota Kediri, Prioritas Keluarga Kurang Mampu
Rinciannya terdiri atas 18 rombongan belajar tingkat SD dengan kapasitas 540 siswa, sembilan rombongan belajar SMP untuk 270 siswa, dan sembilan rombongan belajar SMA yang juga dapat menampung 270 siswa.
Usai melakukan peninjauan, Vinanda mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 64 persen.
Pemkot Kediri Terus Lakukan Pengawasan
Pemerintah Kota Kediri terus melakukan pengawasan agar proyek strategis tersebut dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
"Harapannya tahun ini anak-anak sudah bisa mulai sekolah di sini. Karena itu kami bersama Dinas Sosial dan OPD terkait ingin melihat secara langsung sejauh mana progres pembangunannya. Tadi kita lihat progresnya sudah mencapai 64 persen," kata Vinanda.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu.
Karena itu, Vinanda mengingatkan pihak kontraktor agar tidak hanya berfokus mengejar tenggat waktu penyelesaian proyek.
Kualitas Bangunan Jadi Prioritas Utama
Ia menegaskan kualitas bangunan harus menjadi prioritas utama mengingat sekolah tersebut akan digunakan dalam jangka panjang oleh generasi muda Kota Kediri.
"Yang sekolah di sini adalah anak-anak kita. Harapannya mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas, bisa sukses, dan ikut mengentaskan kemiskinan. Maka bangunannya harus aman, kualitasnya baik, sehingga anak-anak merasa nyaman dan kondusif saat belajar," tegasnya.
| Babak Baru Kasus Staf Sekwan DPRD Lamongan yang Viral Digerebek di Hotel |
|
|---|
| Curhat Peternak Ayam Petelur di Jombang, Harga Anjlok dan Alami Kerugian Rp 350.000/Hari |
|
|---|
| SDN 1 Babadan Tulungagung Ambruk, Siswa Dua Kelas Belajar di Perpustakaan dan Musala |
|
|---|
| Penampakan Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Kediri, Bobot Tembus 1 ton |
|
|---|
| Perseteruan Hercules Vs Ilma Sani Fitriana Kian Panas, Ketum GRIB Jaya Laporkan Balik Tuduh Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Vinanda-meminta-supaya-kualitas-bangunan-benar-benar-diperhatikan.jpg)