Kamis, 14 Mei 2026

DPKH Lamongan Waspadai PMK dan Penyakit Lato-Lato Jelang Idul Adha

DPKH Lamongan Jatim memastikan PMK masih terkendali jelang Idul Adha 2026 sambil memperketat pengawasan hewan kurban.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Hanif Manshuri
PENGAWASAN - Mendekati hari H Idul Adha 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, intens mengawasi pergerakan keluar masuk hewan ternak. Termasuk pengawasan di Pasar Hewan Lamongan dan Babat yang akan dimulai pada 17 Mei. 

Ringkasan Berita:
  • DPKH Lamongan Jawa Timur (Jatim) memastikan kasus PMK menjelang Idul Adha 1447 Hijriah masih dalam kondisi terkendali meski tetap ditemukan di sejumlah wilayah.
  • Pengawasan lalu lintas ternak diperketat, terutama hewan dari luar daerah dan ternak yang belum divaksinasi.
  • Selain PMK, petugas juga mewaspadai penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato pada sapi jelang penyembelihan kurban.

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), memastikan kondisi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya masih terkendali.

Meski demikian, peternak dan pedagang hewan kurban diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit pada ternak, terutama dari hewan yang baru didatangkan dari luar daerah.

Kepala DPKH Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengatakan bahwa kasus PMK memang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Namun sebagian besar kasus terjadi pada hewan yang belum mendapatkan vaksinasi.

“PMK saat ini masih ada, tetapi masih terkendali. Kebanyakan yang terkena adalah hewan yang belum divaksin dan berasal dari pembelian baru,” kata Shofiah, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik ataupun khawatir berlebihan dalam mengonsumsi daging hewan kurban, selama ternak berada dalam kondisi layak dan proses penanganannya sesuai standar kesehatan hewan.

Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

DPKH Lamongan kini memperketat pengawasan lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah Lamongan menjelang Idul Adha.

Hewan yang terindikasi sakit, diwajibkan menjalani isolasi dan dipisahkan dari ternak sehat agar tidak memicu penularan lebih luas.

“Hewan yang sakit harus dipisahkan dari hewan sehat karena PMK mudah menular,” jelas Shofiah.

Selain itu, hewan yang pernah terpapar PMK juga harus dipastikan sembuh total, sebelum disembelih untuk kurban.

Shofiah menegaskan, beberapa bagian tertentu seperti jeroan, kaki dan bagian mulut harus dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi masyarakat.

“Kalau hewan yang terkena PMK harus sembuh dulu. Untuk bagian tertentu terutama jeroan dan bagian yang sakit wajib dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.

Waspadai Penyakit Lato-Lato pada Sapi

Tak hanya PMK, DPKH Lamongan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit lato-lato pada sapi.

Hewan dengan gejala bentol-bentol diwajibkan dipotong paling akhir, dan ditempatkan terpisah dari ternak sehat saat proses penyembelihan berlangsung.

Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan di sejumlah titik perbatasan dan pasar hewan.

Pemeriksaan dijadwalkan dimulai pada 17 Mei 2026 di wilayah Kabuh, yang berbatasan dengan Kabupaten Jombang. Selanjutnya, pemeriksaan dilanjutkan pada 21 Mei 2026 di Balongpanggang, untuk memantau lalu lintas ternak menuju Pasar Tikung.

Fakta Penting Jelang Idul Adha di Lamongan

  • PMK masih ditemukan, namun statusnya terkendali
  • Kasus mayoritas terjadi pada hewan belum divaksin
  • Hewan dari luar daerah mendapat pengawasan ketat
  • DPKH juga mewaspadai penyakit LSD atau lato-lato
  • Pemeriksaan ternak dilakukan di perbatasan dan pasar hewan
  • Peternak diminta segera melapor jika menemukan sapi sakit

Vaksinasi dan Pengobatan Terus Digencarkan

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved