Jumat, 5 Juni 2026

Indo Wood Expo 2026: Jawa Timur Pacu Transformasi Industri Hasil Hutan

Pemprov Jatim resmi membuka Indo Wood Expo 2026 di Surabaya untuk mendorong hilirisasi dan ekspor hasil hutan berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
istimewa
DAYA SAING INDUSTRI HASIL HUTAN - Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi (dua dari kiri), meninjau salah satu mesin pengolahan kayu modern saat pembukaan Indo Wood Expo 2026 di Grand City Surabaya, Kamis (4/6/2026). Pameran internasional ini menjadi ajang promosi investasi, inovasi teknologi, serta penguatan daya saing industri hasil hutan dan furnitur Indonesia di pasar global. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jatim membuka pameran Indo Wood Expo 2026 di Surabaya untuk mendorong transformasi industri hasil hutan berkelanjutan.
  • Nilai ekspor kayu Jatim mencapai USD 2,5 miliar dengan dukungan ekosistem terintegrasi dan 1.332 unit industri pengolahan.
  • Pemprov Jatim mendorong hilirisasi hasil hutan dan inovasi digital SIPUHH-R untuk melacak keaslian asal-usul kayu rakyat.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) resmi membuka pameran internasional Indo Wood Expo 2026 di Grand City Surabaya, Kamis (4/6/2026).

Ajang ini menjadi momentum strategis untuk memacu transformasi industri hasil hutan nasional yang berkelanjutan.

Pembukaan pameran berskala global tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kementerian penting seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Turut hadir pula para pelaku industri kehutanan dan furnitur nasional, asosiasi usaha, investor, buyer internasional serta kalangan akademisi.

Potensi Ekspor Hasil Hutan Jawa Timur Tembus USD 2,5 Miliar

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Jumadi, M.MT, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi yang sangat vital dalam rantai pasok industri kehutanan nasional.

Saat ini, wilayah Jawa Timur memiliki sekitar 1.332 unit industri pengolahan kayu.

Industri pengolahan tersebut menghasilkan beragam produk ekspor unggulan seperti plywood, furnitur, moulding, engineered wood hingga produk kreatif berbasis kayu lainnya.

Produk-produk tersebut telah sukses menembus pasar internasional mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Jepang hingga Korea Selatan.

"Nilai ekspor produk hasil hutan dan industri kayu Jawa Timur saat ini mencapai sekitar USD 2,5 miliar. Angka tersebut, menjadikan sektor kehutanan sebagai salah satu kontributor penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional," jelas Jumadi saat membacakan sambutan resmi.

Kekuatan ekosistem kehutanan Jawa Timur, didukung oleh kapasitas produksi kayu hutan rakyat sebesar 3,5 hingga 4 juta meter kubik per tahun.

Sektor tersebut juga diperkuat oleh kolaborasi dengan Perhutani, program perhutanan sosial, ketersediaan tenaga kerja terampil, infrastruktur pelabuhan internasional serta lembaga pendidikan dan pusat inovasi yang saling terhubung.

4 Agenda Strategis Pemprov Jatim dan Inovasi SIPUHH-R

Untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global, Pemprov Jatim fokus menjalankan empat agenda strategis dalam pengelolaan hasil hutan:

  • Hilirisasi Industri: Memperkuat hilirisasi hasil hutan guna meningkatkan nilai tambah produk di dalam negeri.
  • Pengelolaan Berkelanjutan: Mendorong tata kelola hutan yang lestari lewat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha.
  • Perluasan Pasar: Memperluas penetrasi pasar global melalui sertifikasi keberlanjutan dan inovasi desain terkini.
  • Ekonomi Hijau: Mempercepat transisi ke ekonomi hijau yang mampu menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung transparansi dan tata kelola yang baik, Jawa Timur telah mengimplementasikan Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan Rakyat (SIPUHH-R).

Sistem digital ini berfungsi untuk menjamin ketertelusuran asal-usul kayu rakyat, sekaligus memperkuat sertifikasi kelestarian hutan di tingkat internasional.

Melalui pelaksanaan Indo Wood Expo 2026, Jumadi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pameran ini sebagai momentum kebangkitan industri kayu tanah air.

"Dari Surabaya, kami kirimkan optimisme kepada dunia, bahwa industri kayu Indonesia tidak sedang berjalan mengikuti perubahan global, tetapi Indonesia sedang memimpin perubahan itu. Hutan adalah modal masa depan yang harus dikelola secara bijak demi kesejahteraan rakyat," pungkas Jumadi.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved