Polisi Bongkar Peredaran 122.000 Pil Terlarang di Brondong Lamongan
Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan mengungkap dugaan praktik peredaran pil ilegal dalam jumlah besar di Kecamatan Brondong
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Satresnarkoba Polres Lamongan menangkap dua pria asal Aceh dan Binjai di Brondong, diduga terlibat peredaran obat keras daftar G.
- Polisi menyita ratusan ribu butir pil LL, Hexymer, Tramadol, dan Trihexyphenidyl dari kios jamu tempat transaksi.
- Obat diduga akan diedarkan di Lamongan, kedua tersangka dijerat UU Kesehatan, polisi imbau masyarakat waspada dan segera lapor jika ada aktivitas mencurigakan.
SURYA.co.id LAMONGAN - Peredaran obat keras berbahaya daftar G di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kembali berhasil dibongkar aparat kepolisian.
Kali ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Lamongan mengungkap dugaan praktik peredaran pil ilegal dalam jumlah besar di kawasan Kecamatan Brondong.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang pria yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran obat keras ilegal.
Baca juga: Perayaan HUT Persela Lamongan, KJLA Suguhkan Nostalgia Lewat Jersey Lawas
Keduanya masing-masing Imron (33), warga Provinsi Aceh, serta Wahyu Maulana (38), warga Kota Binjai, Sumatera Utara.
Keduanya ditangkap saat berada di depan sebuah kios jamu di Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, kemarin sekitar pukul 12.00 WIB.
Kronologi Penangkapan
Kasat Resnarkoba Polres Lamongan, AKP Tulus Haryanto melalui Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M Hamzaid membenarkan adanya penangkapan tersebut.
Menurutnya, pengungkapan kasus itu merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan Satresnarkoba Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Brondong.
“Benar, Satresnarkoba Polres Lamongan berhasil mengungkap kasus peredaran gelap obat keras daftar G dan menangkap dua tersangka beserta sejumlah barang bukti dalam jumlah besar. Saat ini kedua tersangka masih menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” kata Hamzaid kepada SURYA.co.id, Kamis (7/5/2026).
Penyelidikan Intensif Kepolisian
Ia menjelaskan, petugas sebelumnya menerima informasi terkait adanya aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran obat keras ilegal di wilayah Brondong.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan di lapangan.
“Pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif yang dilakukan Satresnarkoba Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Brondong,” ujarnya.
Dua Tersangka Ditangkap
Setelah memastikan keberadaan para pelaku, petugas langsung melakukan penindakan di lokasi.
Polisi kemudian menangkap kedua tersangka di depan kios jamu yang diduga menjadi lokasi penyimpanan maupun transaksi obat keras daftar G tersebut.
“Sesaat setelah dilakukan penyelidikan, petugas Satresnarkoba Polres Lamongan bersama Unit Reskrim Polsek Brondong melaksanakan kegiatan represif berupa penangkapan terhadap pelaku kedua tersangka di depan kios jamu tersebut,” jelasnya.
Barang Bukti yang Diamankan
| Sosok Sultan Buton La Ode Muhamad Kariu yang Kirim Surat Terbuka ke Prabowo, Protes Hilirisasi Aspal |
|
|---|
| Obat Kangen, Jemaah Haji Gresik Ini Bekal Kopi Makju Ke Tanah Suci |
|
|---|
| Berita Persebaya Hari Ini, Bruno Moreira Bikin Bonek Deg-degan, “Stay Capt Bruno!” |
|
|---|
| Sempat Menghilang, Ashari Pengasuh Cabul di Pati Ditangkap di Wonogiri, Korban Diduga 50 Santriwati |
|
|---|
| Ngantuk Usai Shift Malam , Ibu Bersepeda listrik Di Jombang Tewas Tercebur Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kamis-752026-ditangkap-polisi.jpg)