Minggu, 26 April 2026

Tradisi Sakral Cethik Geni, PG Ngadiredjo Siap Giling 2026 

PG Ngadiredjo gelar tradisi cethik geni sebagai tanda kesiapan sambut musim giling 2026.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
CETHIK GENI - PG Ngadiredjo menggelar tayakuran Slow Firing yang biasa dikenal cethik geni di stasiun ketel PG Ngadiredjo, Jumat (24/4/2026). Acara tersebut berlangsung sakral dengan dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, serta jajarsn manajemen PG Ngadiredjo. (foto PG Ngadirejo) 

 

Ringkasan Berita:
  • PG Ngadiredjo gelar cethik geni, simbol kesiapan teknis dan spiritual. 
  • Target giling 11 juta kuintal tebu, produksi gula diproyeksi 82.500 ton. 
  • Operasional dimulai Mei 2026, didukung kesiapan mesin dan pasokan bahan bakar.

SURYA.CO.ID KEDIRI - PG Ngadiredjo menunjukkan kesiapan serius menghadapi musim giling 2026 dengan menggelar tradisi tayakuran slow firing atau cethik geni di stasiun ketel pada Jumat (24/4/2026). 

Kegiatan yang sarat makna ini menjadi penanda awal operasional pabrik sekaligus simbol kesiapan teknis dan spiritual sebelum proses produksi dimulai.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, serta jajaran manajemen pabrik.

Harapan Besar Keberhasilan Musim Giling 2026

Nuansa sakral terasa kental, mencerminkan harapan besar seluruh pihak terhadap kelancaran dan keberhasilan musim giling tahun ini.

General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, menegaskan bahwa pelaksanaan slow firing bukan sekadar ritual, tetapi juga tahapan penting dalam memastikan kesiapan mesin. 

Baca juga: Pasar Murah PG Ngadirejo Kediri, Jual Gula di Bawah Harga Pasar Jelang Lebaran 2026

"Dengan dilaksanakan slow firing atau pembakaran lambat pada boiler ini, menandakan PG Ngadiredjo siap menyambut musim giling 2026," terangnya.

Ia menambahkan, pemilihan waktu Jumat Legi juga mengandung harapan khusus. 

"Dengan dinyalakan di Jumat Legi ini dengan harapan tebu kita benar legi (manis) dan berkah," paparnya.

Sebagai langkah lanjutan, PG Ngadiredjo dijadwalkan menggelar pethik tebu perdana pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian panen sebelum memasuki masa giling secara penuh.

Wayan menyebutkan, jadwal operasional sudah ditetapkan secara rinci. "InsyaAllah tebu masuk pada 8 Mei 2026 dan 9 Mei 2026 PG Ngadiredjo start giling," tegasnya.

Baca juga: SGN dan BUMN Pangan Dukung Swasembada Gula 2026 Lewat Konsolidasi 36 Pabrik Gula

Untuk musim giling tahun ini, PG Ngadiredjo menargetkan pengolahan tebu mencapai 11 juta kuintal. Dengan rendemen sebesar 7,5 persen, produksi gula diproyeksikan mencapai 82.500 ton.

Menurut Wayan, target tersebut tergolong ambisius, namun tetap realistis jika didukung kerja sama semua pihak. 

"Ini adalah target yang fantastis, semoga dengan gotong royong dengan petani dan semua yang terkait target ini bisa tercapai," jelasnya.

Sementara itu, Manajer Instalasi PG Ngadiredjo, Marsis Bintoro, memastikan kesiapan teknis pabrik, termasuk pasokan bahan bakar ampas. 

"Untuk cethik geni kami menyiapkan ampas sebanyak 400 ton. Ke depan akan terus ditambah karena kebutuhan giling mencapai 600-700 ton. Dan kami sudah siap untuk menyongsong sukses giling 2026," pungkasnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved