Kamis, 23 April 2026

Pusaran Angin Puting Beliung di Timur Jembatan Suramadu, Bisa Sapu Permukiman Pesisir

Pusaran angin puting beliung muncul di Selat Madura dekat Jembatan Suramadu, nelayan diminta menepi!

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
TRANSISI MUSIM : Penampakan fenomena pusaran angin puting beliung di perairan Selat Madura, sisi Timur Jembatan Suramadu terakam kamera video ponsel nelayan dari Kabupaten Gresik pada Rabu (22/4/2026) siang 
Ringkasan Berita:
  • Pusaran angin puting beliung terekam nelayan di sisi timur Jembatan Suramadu.
  • Fenomena terbentuk dari awan cumulonimbus saat transisi musim hujan ke kemarau.
  • Nelayan dan pesisir diminta waspada, durasi fenomena 5–10 menit.
 

 

SURYA.CO.ID  BANGKALAN - Penampakan pusaran angin puting beliung direkam kamera video ponsel warga dan nelayan asal Kabupaten Gresik di perairan Selat Madura, tepatnya di sisi Timur Jembatan Suramadu, pesisir Kecamatan Labang dan Kwanyar Rabu (22/4/2026) siang. 

Salah satu video bahkan menyajikan gerakan pusaran angin dengan latar belakang Jembatan Suramadu. Beredar pula rekaman video dari kamera ponsel pengendara di Jembatan Suramadu yang merekam pusaran angin puting beliung.  

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja mengungkapkan, terjadinya fenomena di laut atau biasa disebut waterspout memiliki pola gerakan vertikal berbentuk corong spiral yang berputar kencang. 

"Jadi bentuknya terhubung dari awan cumulonimbus ke permukaan air, diisebabkan karena fenoma pergantian dari musim hujan ke musim kemarau. Biasanya awan cumulonimbus tercipta karena adanya awan pekat berwarna hitam yang menyebabkan pusaran angin dan gelombang itnggi," ungkap Arif. 

Baca juga: Puting Beliung Terjang Turi Lamongan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Angin Puting Beliung Di sisi Barat Selat Madura 

Catatan BPBD Kabupaten Bangkalan, angin puting beliung pernah terlihat di perairan sisi Barat Selat Madura, di kawasan Pulau Karang Jamuang atau di sisi Barat perairan Kota Bangkalan yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik pada tahun 2024 silam. 

"Dianjurkan kepada para nelayan ketika terjadi fenomena angin kencang atau angin puting beliung seperti itu, segera menepi karena sangat berbahaya," harap Arif.

Umumnya, pergerakan arah dari pusaran angin puting beliung itu mengikuti arah awan cumulonimbus. Serngka kali pula lurus dengan gerakan secara perlahan atau tidak menetap di satu titik. 

Pusaran angin puting beliung cepat terbentuk dan cepat hilang dengan kisaran durasi selama 5 menit hingga 10 menit. Keberadaannya di tengah laut tentu saja menyedot air di bawahnya yang menyebabkan pusaran air secara intens di permukaan. 

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Jogoroto Jombang, Belasan Rumah Rusak dan Satu Warung Roboh

"Bisa saja menimpa permukiman pesisir seperti angin kencang yang sebelumyan pernah menghempas sebuah kafe di pesisir Kecamatan Labang," pungkas Arif.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved