Temuan Struktur Kuno di Desa Beloh Trowulan, Diduga Sisa Peradaban Kerajaan Majapahit
Penggalian dipusatkan di lokasi penemuan struktur, persis di tengah ladang jagung Dusun/ Desa Beloh, Kecamatan Trowulan.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Arkeolog BPK Jatim menemukan struktur bata kuno sepanjang 10 meter di ladang jagung Desa Beloh, Trowulan, diduga peninggalan Majapahit.
- Ekskavasi 4 hari menemukan lumpang batu, koin kepeng Tiongkok, dan benda perunggu menyerupai mata kail, menunjukkan jejak perdagangan lintas budaya.
- Struktur bata diyakini berasal dari beberapa periode Majapahit, menandakan kawasan ini pernah dihuni berulang kali.
SURYA.co.id, MOJOKERTO - Arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, menemukan struktur kuno dalam survei penyelamatan situs di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Penggalian dipusatkan di lokasi penemuan struktur, yang berada persis di tengah ladang jagung Dusun/ Desa Beloh, Kecamatan Trowulan.
Dalam ekskavasi tersebut ditemukan susunan bata dengan panjang sekitar 10 meter, diduga sisa bangunan dari peradaban Kerajaan Majapahit.
Penggalian Selama 4 Hari
Tim Kerja Penyelamatan, Pengamanan dan Advokasi (PPA) Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Ning Suryati mengatakan penggalian dilakukan selama 4 hari dan akan berakhir besok, Kamis (23/4/2026).
Tujuan survei penyelamatan adalah guna mengetahui potensi keberadaan situs berharga dari di daerah sekitar.
Baca juga: Kapolres AKBP Andi Ajak Mahasiswa Mojokerto Raya Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas Bumi Majapahit
"Temuan struktur bata ini, apakah menunjukkan indikasi memang ada struktur bangunan atau tembok dan kita berusaha menyelamatkannya," ujar Suryati saat ditemui SURYA.co.id di Trowulan, Rabu (22/4/2026).
Berawal Temuan Bata Kuno
Ia menjelaskan, kegiatan ini bermula dari laporan Polsus yang berpatroli di kawasan KCBN, mereka mendapati informasi dari warga bernama Sutikno (47) warga Desa Domas, Trowulan yang pertama kali menemukan bata kuno tertimbun tanah di sebuah linggan atau pembuatan bata merah.
Pada saat pengecekan awal dilakukan, arkeolog menemukan struktur bata (Umpak) di Tesped (Kotak 1) sisi barat selatan, pada 9 April 2026.
Masih di lokasi yang sama juga ditemukan lumpang batu kuno.
Luas Lokasi Penggalian
Berdasarkan temuan ini survei penyelamatan dimulai, lokasi penggalian menghadap utara- selatan dengan luas 12 meter x 21 meter.
Terdapat 7 kotak dalam penggalian ini, masing-masing kotak antara 2,5 meter.
"Di kotak TP 2 sampai TP 5 itu temuan struktur bata, panjang sekitar 10 meter. Ditemukan koin logam satu mata uang kepeng China, kemudian benda seperti mata pancing," jelasnya.
Peninggalan Masa Kerajaan Majapahit?
PPA Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Ning Suryati mengungkapkan temuan ini erat kaitannya dengan peninggalan Majapahit, namun hal tersebut masih menjadi misteri lantaran belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dirinya meyakini, keberadaan struktur bata disinyalir dahulunya terdapat bangunan besar dari beberapa periode raja Majapahit.
| Tidar Hills Malang Resmi Diluncurkan, Rumah Modern Mulai Rp 495 Jutaan untuk Keluarga Muda |
|
|---|
| Kapten Persebaya Rivera Yakin Tim Bisa Putus Tren Buruk Saat Hadapi Malut United |
|
|---|
| Unesa Ungkap Modus Canggih Joki UTBK, Dari Data AI hingga Blangko KTP |
|
|---|
| Pembuang Sampah Sembarangan di Surabaya Disanksi Kerja Sosial Bersihkan Sungai 3 Hari |
|
|---|
| Gali Freitas Bertekad Akhiri Paceklik Gol Saat Persebaya Hadapi Malut United |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/di-Dusun-Desa-Beloh-Kecamatan-Trowulan-Kabupaten-Mojokerto.jpg)