Senin, 18 Mei 2026

Bupati Jember Bentuk Tim Khusus, Didorong Optimalkan Aset Daerah Agar Berkontribusi Ke PAD

Fawait mengatakan hal inilah yang dilakukan pemerintah di negara maju. di mana masyarakat tidur tetapi asetnya yang bekerja. 

Tayang:
Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
Diskominfo Pemkab Jember
TERTIBKAN ASET - Bupati Jember, Muhammad Fawait memaparkan pembentukan tim optimalisasi aset pemda di Aula Badan Pendapatan Daerah Jember, Selasa (6/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Jember membentuk tim optimalisasi aset daerah pada tahun 2026, untuk memetakan, menginventarisasi dan memaksimalkan pemanfaatannya.
  • Banyak bangunan dan tanah Pemkab Jember yang menganggur sehingga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar bisa berkontribusi untuk PAD.
  • Fawait mengatakan, metode di negara maju di mana masyarakat tidur tetapi asetnya yang bekerja. 

 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Pemkab Jember membentuk tim optimalisasi aset daerah mulai tahun 2026. Hal ini dilakukan untuk memetakan aset Pemkab Jember yang bisa dioptimalkan untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan, hal ini dilakukan karena banyak aset pemerintah daerah belum diketahui penggunaannya, bahkan tidak terindentifikasi.

"Kami tidak tahu aset kami hari ini dipakai siapa, digarap siapa dan dikuasai siapa,” kata Gus Fawait, Rabu (7/1/2025).

Menurutnya, koordinator penertiban aset langsung Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember. Sebab organisasi pemerintah ini yang punya datanya.

"BPKAD untuk memetakan daftar aset terutama aset yang tidak bergerak seperti bangunan dan tanah yang ada di Kabupaten Jember," ungkap Gus Fawait.

Penguatan PAD Dari Aset Daerah 

Bila sudah dipetakan, kata Fawait, bangunan dan tanah Pemkab Jember yang menganggur ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar bisa berkontribusi untuk PAD.

Sebatas informasi, PAD yang dihasilkan Pemkab Jember selama 2025 sebesar Rp 1,024 triliun. "Harus dimanfaatkan sehingga PAD masuk. Boleh PAD-nya mungkin kecil, tetapi hitungan saya multiplier effect-nya kepada wilayah harus optimal. Ini yang ingin kami dorong,” tambahnya

Fawait mengatakan hal inilah yang dilakukan pemerintah di negara maju di mana masyarakat tidur tetapi asetnya yang bekerja. 

"Kalau di negara sedang berkembang, masyarakatnya yang bekerja, asetnya yang tidur-tiduran. Artinya enggak terpakai. Maka Kabupaten Jember hari ini saya yakin punya potensi aset yang begitu besar,” ulasnya.  *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved