Sabtu, 25 April 2026

Hari Santri Nasional 2025

Momen HSN 2025, DPRD Jatim Dorong Pemerintah Perluas Program Untuk Santri dan Pesantren di Jatim

Jika santri memiliki kompetensi tinggi, santri dapat berkontribusi signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Deddy Humana
dok pribadi
HSN BUKAN SEREMONIAL - Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mendorong pemerintah memberi perhatian lebih besar kepada pesantren dan santri. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) setiap 22 Oktober diharapkan tidak hanya seremonial tahunan belaka.

DPRD Jatim mendorong agar peringatan hari santri 2025 ini menandai momentum peningkatan perhatian dari pemerintah terhadap santri dan pesantren. 

Terlebih, Provinsi Jawa Timur memiliki ribuan pondok pesantren dengan jumlah ratusan ribu santri bahkan bisa lebih. 

"Ini momentum untuk menegaskan bahwa Jawa Timur adalah lumbung santri nasional," kata anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas saat dikonfirmasi dari Surabaya, Rabu (22/10/2025).

Puguh memandang, santri selama ini dikenal memiliki integritas, moralitas dan spiritualitas yang kuat.

Di era keterbukaan saat ini, Puguh berharap santri perlu terus dibekali kompetensi dan kemampuan praktis agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun global. Dalam kacamata ini, pemerintah perlu terus hadir. 

Puguh menekankan pentingnya transformasi santri menjadi generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, melainkan juga berdaya secara ekonomi dan intelektual. 

Jika santri memiliki kompetensi tinggi, santri dapat berkontribusi signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur.

"Ketika santri memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni, mereka bisa berperan dalam peningkatan ekonomi, pendidikan, hingga keadilan sosial. Inilah kontribusi nyata santri bagi kemajuan Jawa Timur,” tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. 

Puguh mengapresiasi langkah Pemprov Jatim yang telah menggagas berbagai program seperti beasiswa santri dan intervensi program peningkatan kapasitas di pesantren.

Hanya saja, Puguh meminta agar sejumlah program ini diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak lagi.

"Program Pemprov Jatim seperti beasiswa santri sudah bagus. Hanya saja intensitas dan jangkauannya perlu ditambah. Karena pesantren adalah model pendidikan yang sangat efektif membangun kharakter, moral dan integritas anak bangsa,” jelas politisi dapil Malang ini. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved