Jumat, 5 Juni 2026

SURYA Kampus

Program KKN Internasional UTM dengan KBRI Kuala Lumpur di Malaysia

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperluas jangkauan mengajar dan pengabdian masyarakat hingga ke luar negeri. 

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
Foto Istimewa Humas UTM
SEMAKIN MENDUNIA - Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof Dr Safi’, SH, MH (kiri) bersama Dubes RI di Malaysia, Datuk Indera Hermono (tengah) serta Wakil Rektor I Bidang Akademik UTM, Prof Dr Achmad Amzeri, SP, MP usai penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Kuliah Kerja Nyata Internasional Mengajar dan Pengabdian Masyarakat di berbagai Sanggar Bimbingan yang tersebar di Semenanjung Malaysia. Penandatanganan PKS digelar di kantor KBRI Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin (13/10/2025). 

Bentuk kerja sama yang dibangun mencakup program pertukaran mahasiswa (student exchange), kolaborasi riset, hingga kuliah tamu (guest lecturer). 

Tahun 2025, sebanyak 7 dosen dan 6 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM berkesempatan melaksanakan program guest lecturer, teaching assistant, dan short class di tiga fakultas WU, yaitu School of Education, School of Informatics, serta School of Political Science and Public Administration. Program tersebut berlangsung pada 7–30 September 2025

Prof Safi’ mengemukakan, semua yang telah dilakukan UTM sejauh ini merupakan upaya perguruan tinggi untuk mengembangkan Tri Dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang semakin menuntut keterlibatan aktif dalam kerja sama lintas negara. 

Kolaborasi internasional bukan hanya meningkatkan produktivitas akademik, tetapi juga mengangkat citra dan peringkat kampus di kancah global.

“UTM menjadi salah satu contoh nyata bagaimana daya jelajah dosen dan mahasiswa mampu membuka jalan bagi kampus untuk semakin dikenal dunia. Melalui hubungan kelembagaan global, kami terus mempererat ikatan antar perguruan tinggi lintas negara. Kini, kerja sama tersebut telah menjelma menjadi wadah kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, melahirkan luaran akademis, serta membuka ruang interaksi budaya,” papar Prof Safi’.  

Sebelumnya, Konsulat Jenderal Australia di Surabaya menjadikan UTM sebagai kampus pertama di Pulau Madura untuk memperkenalkan perpustakaan, ‘AussieBanget Corner’ pada 18 Februari 2025. 

Ruang pojok baca itu ditempatkan di Lantai 3 Gedung Perpustakaan Utama Cakra UTM.

Kampus negeri yang berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur dalam dua tahun terakhir juga telah membuka membuka jalur afirmasi untuk mahasiswa asing.

Saat ini puluhan mahasiswa asing dari sepuluh negara tengah fokus menimba ilmu meliputi Tajikistan, Pakistan, Malaysia, Nigeria, Sudan, Ethiopia. Pakistan, Bangladesh, Afganistan, dan Timor Leste.

Prof Safi’ menambahkan, UTM dan KBRI Kuala Lumpur bersepakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan bersama. 

Meliputi pelaksanaan KKN Internasional Mengajar dan Pengabdian kepada Masyarakat di Sanggar Bimbingan, pembinaan dan pendampingan mahasiswa selama masa pengabdian, program pertukaran dan kolaborasi di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan, serta promosi nilai-nilai budaya, bahasa, dan pendidikan Indonesia di lingkungan masyarakat diaspora.

Program KKN Internasional UTM di Malaysia, lanjut Guru Besar di Bidang Hukum Perundang-undangan itu, akan dilaksanakan secara rutin dan terstruktur dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas. 

Dengan harapan, nantinya tidak hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga memperkaya wawasan dan pengalaman global mahasiswa UTM.

‘Kerjasama ini menjadi bagian dari langkah nyata UTM untuk mewujudkan visinya sebagai ‘Kampus Berdampak’ yang terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa melalui pendidikan, riset, dan pengabdian, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkas eks Dekan Fakultas Hukum UTM itu.

Sementara Duta Besar RI di Malaysia, Datuk Indera Hermono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada UTM atas komitmennya dalam mendukung pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved