Pesan Sejuk Dzurriyah Mbah Kholil Bangkalan Agar Semua Menahan Diri, Prabowo Bisa Pikirkan Reshuffle

Demikian apa yang menjadi bahan pemikiran dan pertimbangan dari kami sebagai bentuk kepedulian terhadap keutuhan NKRI

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol (edo)
PESAN DAMAI - Perwakilan dzurriyah Syaikhona Kholil serta ponpes di Bangkalan, KH Imam Buchori Cholil (pegang mic) menyampaikan beberapa poin sebagai bahan renungan, bahan pemikiran, maupun pertimbangan kepada semua pihak ketika situasi memanas di sejumlah daerah di Indonesia, Minggu (31/8/2025). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Keprihatinan atas situasi negara yang memanas akibat gelombang aksi memprotes wakil rakyat belakangan ini, menyeruak di kalangan ulama tanah air.

Duka mendalam disampaikan juga para dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil atau Mbah Kholil Bangkalan bersama sejumlah pengurus pondok pesantren, di Ponpes Syaikhona Kholil, Kelurahan Demangan, Kota Bangkalan, Minggu (31/8/2025) sore.

Dalam pertemuan itu, para dzurriyah dan pengurus pesantren merumuskan pemikiran dan pertimbangan sebagai bentuk kepedulian terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mewakili dzurriyah Mbah Kholil, KH Imam Buchori Cholil selaku pengasuh Ponpes Ibnu Cholil Bangkalan menyampaikan beberapa hal agar bisa menjadi bahan renungan, bahan pemikiran, maupun bahan pertimbangan kepada semua pihak. 

Pertama, mengucapkan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan dan semua korban lain selama aksi yang dimulai 29 Agustus hingga hari ini di Jakarta dan berbagai daerah.

“Kedua, kami memohon kepada semua pihak untuk menahan diri agar ketenangan dan kondusifitas menjadi hal utama,” ungkap Kiai Imam didampingi kiai sepuh, KH Jazuli Noor selaku pengasuh Ponpes Nurul Amanah, Desa Nyorondung, Kecamatan Tragah.

Selain Kiai Jazuli yang juga Syuriah PWNU Jawa Timur, hadir pula dua pengasuh Ponpes As-Syafiiyah yaitu KH Syafik Rofii dan KH Abd Kadir Rofi'i; pengasuh Ponpes Manbaussalam, KH Imron Fattah; pengasuh Ponpes Sembilangan Desa Kramat, KH Shotwan Tajul.

Pengasuh Ponpes Kramat Desa Ujung Piring, KH Hasan Iroqi; pengasuh Popnpes As-Somadiyah Desa Burneh, KH Muadz Makki; serta pengasuh Ponpes Nurul Cholil, KH Hasyim Asy'ari.

Poin ketiga, lanjut Kiai Imam, sebagai representasi dari dzurriyah Syaikhona Muhammad Cholil Bangkalan dan juga representasi pengasuh ponpes di Bangkalan mengimbau segenap masyarakat terutama alumni ponpes dan simpatisan, supaya membaca Qunut Nazilah dan Ratib Syaikhona Kholil di lingkungan masing-masing.

“Untuk keselamatan bangsa dan negara Republik Indonesia, serta memperbanyak membaca doa Allahumma ahsin aqibatana fil umuri kulliha wa ajirna min khizyid dunya wa adhabil akhirah,” harap Kiai Imam.

Pada poin keempat, Kiai Imam berpesan kepada pemerintah khususnya Presiden RI Prabowo Subianto supaya mengakomodir aspirasi yang berkembang secara komprehensif dan menyeluruh.

“Di antaranya reshuffle kabinet dan penegakan hukum yang bersungguh-sungguh tanpa pandang bulu. Demikian apa yang menjadi bahan pemikiran dan pertimbangan dari kami sebagai bentuk kepedulian terhadap keutuhan NKRI,” pungkas Kiai Imam. ****

 

 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved