Cerita Guru Honorer di Jombang Bergaji Rp800 Ribu, Miris dengan Kenaikan Tunjangan DPRD Jombang

Di tengah polemik tunjangan anggota DPRD Jombang yang berjumlah puluhan juta, kondisi kontras atau berlawanan justru terjadi guru honorer

Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: irwan sy
CANVA
TUNJANGAN DPRD Jombang - Ilustrasi guru honorer. Para guru honorer di Jombang mengaku miris melihat jumlah tunjangan DPRD Jombang yang mencapai puluhan juta rupiah sebulan, sementara mereka hanya mendapat honor Rp800 ribu/bulan. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Di tengah polemik tunjangan anggota DPRD Jombang yang berjumlah puluhan juta, kondisi kontras atau berlawanan justru terjadi kepada guru honorer di Jombang.

Rata-rata, para guru honorer ini menerima gaji jauh di bawah UMK Jombang, bahkan sebagian besar masih berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per bulan.

Baca juga: Polemik Isu Tunjangan Dewan Naik, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji: Penetapan Sebelum Periode Kami

Jumlah itu jelas tak cukup untuk menopang kebutuhan hidup, apalagi di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.

DA (25), seorang guru honorer di sekolah dasar negeri Jombang, menceritakan bagaimana ia bertahan dengan upah minim.

Dengan sistem penggajian per jam, ia hanya bisa mengantongi Rp800 ribu setiap bulan.

"Kalau seminggu saya mengajar 10 jam, total sebulan hanya Rp800 ribu. Itu pun sudah maksimal," kata DA saat dikonfirmasi pada Kamis (28/8/2025). 

Untuk menutup kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa berjualan makanan ringan di sekitar sekolah.

Kondisi serupa juga dialami DS (28), guru mata di salah satu SMP negeri Jombang.

Meski sudah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memiliki sertifikat pendidik, penghasilan tetapnya hanya Rp1 juta per bulan.

"Tunjangan profesi sebenarnya ada, tapi pencairannya bisa tiga sampai empat bulan sekali. Itu pun kadang tertunda," keluh DS.

DS mengaku miris melihat kebijakan kenaikan tunjangan DPRD di tengah jeritan guru honorer.

Menurutnya, profesi guru yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik generasi bangsa seharusnya mendapat perhatian lebih serius.

"Guru tidak hanya mengajarkan pelajaran, tapi juga membentuk karakter. Kalau kesejahteraannya diabaikan, bagaimana bisa maksimal dalam mendidik?" ujarnya.

Para guru honorer ini berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati Jombang, tidak menutup mata terhadap ketimpangan tersebut.

Mereka menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan kualitasnya sangat bergantung pada kesejahteraan para pendidik.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved