Pasang Early Warning System di 6 Daerah Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Jatim: Pemantauan Realtime
Pemprov Jatim terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menjelang puncak musim hujan dan meningkatnya potensi cuaca ekstrem
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
Ringkasan Berita:
- Pemprov Jatim melalui BPBD memasang enam unit Early Warning System (EWS) baru di titik rawan bencana.
- EWS banjir dipasang di Bojonegoro, Ponorogo, dan Mojokerto; EWS longsor di Jombang, Trenggalek, dan Probolinggo.
- Dengan penambahan ini, BPBD Jatim kini mengelola total 44 unit EWS (20 banjir, 24 longsor), ditambah 17 sirene tsunami.
- EWS ini dapat dimonitor realtime di BPBD Jatim untuk meminimalisir korban bencana hidrometeorologi saat puncak musim hujan.
SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menjelang puncak musim hujan dan meningkatnya potensi cuaca ekstrem di akhir tahun.
Saat ini BPBD Jatim memasang sejumlah early warning system (EWS) di enam titik rawan banjir dan longsor di Jawa Timur.
Baca juga: Persiapan untuk Puncak Musim Hujan, BPBD Jatim Bersiaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi
Dengan harapan EWS ini bisa meminimalisir korban ketika ada bencana hidrometeorologi terjadi di titik-titik tersebut.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan EWS ini menjadi rangkaian dari upaya operasi modifikasi cuaca yang juga terus dilakukan oleh Pemprov Jatim.
“Kita sudah menerjunkan tim untuk memasang EWS di enam titik di beberapa kabupaten kota di Jatim. Detailnya EWS banjir dipasang di Bojonegoro, Ponorogo, dan Kota Mojokerto. Selain itu juga EWS longsor kita pasang di Kabupaten Jombang, Kabupaten Trenggalek dan juga Kab. Probolinggo,” kata Gatot, pada SURYA.co.id, Senin (15/12/2025).
Pantauan Realtime
Ditegaskannya, enam EWS itu saat ini posisinya telah selesai terpasang dan dapat dimonitor langsung dari pusat command center yang ada di BPBD Jatim.
Setiap EWS itu juga telah bisa dipantau melalui board secara realtime dari kantor BPBD Jatim.
Dengan board itu, BPBD Jatim bisa diketahui potensi ancaman bencana yang terjadi yang sinyalnya dikirimkan oleh EWS tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tim Pencegahan BPBD Jatim Dadang Iqwandy.
Ia menambahkan dengan terpasangnya enam EWS yang baru, maka secara keseluruhan EWS yang dimiliki BPBD Jatim mencapai 44 unit.
“EWS yang sudah terpasang meliputi, 20 EWS banjir dan 24 EWS longsor. Selain EWS, BPBD Jatim juga telah memasang 17 sirene tsunami,” tegas Dadang.
Sebanyak 44 EWS itu tersebar di hampir semua wilayah di Jatim, mulai dari Banyuwangi, Jember, hingga Pacitan. Lalu di wilayah Mataram hingga di kawasan Tapal kuda, seperti, Pasuruan dan Probolinggo.
"Ada beberapa daerah yang belum terpasang. Tapi, telah dipasang secara mandiri oleh BPBD Kabupaten/kota," pungkas Dadang.
cuaca ekstrem
Pemprov Jatim
BPBD Jatim
Early Warning System
Gatot Soebroto
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
Meaningful
| Dugaan Kebocoran Data Warga Jombang di Dark Web: Ini Penjelasan Akademisi |
|
|---|
| Pedagang Hewan Kurban di Jatim Kini Wajib Izin, Tak Patuh Bakal Ditertibkan |
|
|---|
| Fakta Pemecatan 2 Guru Jombang, Dewan Pendidikan Desak Audit Disdikbud |
|
|---|
| Longsor Terjang 2 Kecamatan di Kabupaten Blitar, BPBD Ungkap Kondisi Terkini |
|
|---|
| Stok Hewan Kurban Jatim Melimpah, Khofifah Bidik Ekspor ke Arab Saudi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/PEMASANGAN-EWS-Tim-BPBD-Jatim-melakukan-pemasangan-alat-Early-Warn.jpg)