Selasa, 21 April 2026

Direksi Borong Saham, BBCA Dinilai Sedang Diskon dan Siap Rebound

Direksi BCA borong saham BBCA saat pasar fluktuatif. Pengamat menilai valuasi murah & potensi rebound kuat, target bisa tembus Rp 10.000.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen BCA
KESEMPATAN - Ilustrasi transaksi saham BBCA. Pengamat ekonomi Rendy Yafta menyebut, saham BBCA berpotensi meningkat setelah adanya para direksi yang membeli saham BBCA di sepanjang kuartal I tahun 2026. 

"Mengapa bank digital yang masih jauh lebih kecil justru dihargai jauh lebih mahal? Fenomena inilah yang disebut salah harga," beber Rendy.

Menurutnya, kondisi ini membuka peluang kenaikan harga saham BBCA ketika pasar mulai menyadari ketimpangan valuasi tersebut.

Potensi Rebound dan Target Harga

Rendy memperkirakan, jika valuasi BBCA kembali ke kisaran historis PER 18–20 kali, maka harga saham berpotensi naik signifikan.

"Target menembus Rp 10.000 per lembar dalam beberapa bulan menjadi skenario yang sangat realistis," ujarnya.

Rendy juga mengingatkan, bahwa harga tertinggi saham BBCA sebelumnya hampir mencapai Rp 11.000 per lembar, sehingga ruang kenaikan masih terbuka lebar.

"Risiko relatif kecil karena fundamentalnya sangat kuat, sementara potensi keuntungannya besar karena valuasinya masih terlalu murah," imbuhnya.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved