Didukung TOUCHBIZ dari SMBC, Kasur Trendy Bangkit hingga Ekspansi Pasar Lokal dan Internasional

PT Gerongan Surajaya, produsen kasur pegas merek Trendy asal Jawa Timur, membuktikan pentingnya berinovasi

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
istimewa
EKSPANSI PASAR - Vincentius Leonardo, generasi kedua yang memimpin PT Gerongan Surajaya, saat berada di pabrik kasur Trendy di Pasuruan Jawa Timur, Senin (22/12/2025). Setelah terpuruk saat pandemi covid 19, berkat dukungan dari layanan digital TOUCHBIZ dari SMBC Indonesia, Trendy mampu bangkit dengan lebih agresif mengembangkan usaha hingga berhasil ekspansi di pasar lokal maupun internasional. 

Ringkasan Berita:
  • PT Gerongan Surajaya, produsen kasur Trendy asal Jatim, tumbuh lewat inovasi berkelanjutan sejak berdiri pada 1990.
  • Inovasi produk dan adaptasi digital membantu Trendy bangkit dari krisis pandemi dengan mengoptimalkan penjualan daring.
  • Layanan purnajual premium seperti e-warranty dan gratis ongkir memperkuat kepercayaan serta kepuasan pelanggan.
  • Dukungan manajemen dan solusi digital perbankan mendorong ekspansi produksi, efisiensi distribusi, dan lonjakan penjualan.

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Industri perlengkapan kasur di Indonesia sedang dalam fase pertumbuhan yang dinamis.

PT Gerongan Surajaya, produsen kasur pegas merek Trendy asal Pasuruan Jawa Timur, membuktikan pentingnya berinovasi seiring meningkatnya kompetisi di industri bedding.

Baca juga: Amalan Sebelum Tidur Menurut Sunah Rasul, Baca Doa Hingga Mengibas Kasur

Bagi Vincentius Leonardo, generasi kedua yang memimpin PT Gerongan Surajaya, inovasi telah menjadi DNA perusahaan sejak berdiri pada 1990.

“Trendy lahir dari visi ayah saya yang melihat tren peralihan dari kasur kapuk ke spring bed (kasur pegas). Kecermatan mengamati arah perubahan pasar ini lah yang membawa Trendy  terus tumbuh sampai sekarang,” kata pria yang akrab disapa Leo itu, Senin (22/12/2025).

Trendy pun masih konsisten berinovasi dengan memperkaya portofolio produk, seperti melalui lini kasur dingin dan kasur vakum.

"Jadi Trendy bisa terus adaptif seiring dengan preferensi konsumen yang semakin berkembang," sambungnya.

Bertahan Berkat Inovasi

Leo menambahkan, Trendy juga mampu melewati dinamika ekonomi dan bisnis berkat inovasi.

Salah satu masa menantang yang pernah Trendy hadapi terjadi pada akhir 2020, di mana pandemi COVID-19 membuat pesanan dari hotel dan kemitraan lainnya anjlok hampir 100 persen dan memojokkan perusahaan hampir ke ujung kebangkrutan.

Untuk menanggapi situasi tersebut, Leo bergerak cepat dengan membawa Trendy ke platform lokapasar mulai 2021.

Langkah ini disambut positif oleh konsumen, dengan penjualan pada bulan pertama di lokapasar mencapai Rp 68 juta.

"Tren positif ini berlanjut pada bulan-bulan berikutnya," ujar Leo.

Tahun 2022, Leo memutuskan untuk memaksimalkan penjualan Trendy secara daring.

Sejak itu, Leo dan tim semakin fokus mengintegrasikan sistem pemesanan, produksi, dan pengiriman dan merancang lini perakitan dan manajemen stok yang efisien di pabriknya.

Trendy langsung memproses setiap pesanan yang masuk untuk pengiriman keesokan harinya guna menjawab kebutuhan konsumen yang menuntut kecepatan.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved